NEWS  

Tapal Batas Kapiraya Disoal, Tokoh Masyarakat: Ini Aneh, Ada Apa di Balik Semua Ini?

Jerry Diwitau Tokoh Pemuda.(FOTO:Istimewa)

MIMIKA – Persoalan tapal batas di Kampung Kapiraya Distrik Mimika Barat Tengah Kabupaten Mimika terus menuai persoalan dengan kabupaten tetangga.

Tokoh masyarakat setempat, Jerry Dewitau, menegaskan bahwa sengketa batas wilayah ini seharusnya tidak perlu terjadi jika merujuk pada sejarah adat.

“Soal tapal batas itu tidak perlu semua orang sebut tapal batas. Kenapa? Karena turun-temurun dan hak ulayat kita sudah jelas antara Suku Mee dan Suku Kamoro,” ujar Jerry dalam keterangannya, Senin (17/2/2026).

Jerry menilai, munculnya permasalahan batas wilayah di itu saat ini terasa janggal. Ia mempertanyakan motif di balik pihak-pihak yang mencoba mempersoalkan kembali wilayah yang secara adat sudah memiliki pembagian yang terang benderang.

“Kalau soal tapal batas bermasalah, itu menurut saya agak aneh. Ada apa di balik semua ini? Yang perlu diketahui, siapa di balik semua ini yang bermain? Itu yang perlu dicek oleh semua pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah untuk segera duduk bersama dan menuntaskan persoalan ini dari sisi administrasi negara agar selaras dengan pembagian wilayah secara geografis.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan pemerintah kabupaten terkait, guna menghindari konflik berkepanjangan di masyarakat.

“Tapal batas itu soal geografis kabupaten, itu diselesaikan dulu antar pemerintah daerah,  itu harus jelas dari versi pemerintahnya,” pungkas Jerry.

Persoalan Kapiraya memang menjadi isu sensitif karena menyangkut hak ulayat masyarakat adat sekaligus batas administratif pemerintahan yang berdampak pada pelayanan publik dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut. (rayar)

You cannot copy content of this page