Hidupkan Kembali Warisan Misionaris, Yayasan Hati Tulus Intan Jaya Targetkan Berantas Buta Aksara Hingga ke Pelosok Dusun

INTAN JAYA – Yayasan Hati Tulus Intan Jaya (YHTIJ)  secara resmi memulai gerakan pemberantasan buta huruf di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Program yang telah disosialisasikan sejak 15 Desember 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di wilayah pedalaman melalui pendidikan non-formal.

Ketua Yayasan (YHTIJ) Nahor Maisini, SE, M. Th  mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya program ini. Pihaknya menegaskan bahwa yayasan telah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sebagai mitra strategis, baik bagi pemerintah maupun pihak gereja.

“Yayasan ini hadir untuk menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat, salah satunya melalui program pemberantasan buta huruf,” ujar ketua yayasan dalam keterangannya, Sabtu (28/2).

Upaya pemberantasan buta huruf di Intan Jaya bukanlah hal baru. Program ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang diletakkan oleh para misionaris dari Christian and Missionary Alliance (CMA) asal Amerika Serikat pada masa lampau.

Nama-nama seperti William Cutts, Grace Cutts, dan Lois Blessity diingat sebagai pionir yang mengintegrasikan pelayanan rohani dengan pendidikan non-formal. Mereka bekerja sama dengan penginjil lokal dan tokoh masyarakat setempat untuk membuka cakrawala pengetahuan masyarakat Papua.

Beberapa tokoh lokal yang berperan besar dalam sejarah literasi ini antara lain Otto Maisini, Petrus Belau, serta sejumlah tokoh gereja lainnya.

Pihak yayasan menekankan bahwa pendidikan buta aksara memiliki dampak nyata bagi kemajuan daerah. Terbukti, banyak lulusan dari program pendidikan informal ini yang kemudian berhasil menjadi pemimpin di berbagai sektor.

“Hasil dari pemberantasan buta huruf ini sudah terlihat. Sebagian besar dari mereka telah menjadi orang besar, pemimpin gereja, gembala, hingga pendeta. Bahkan ada yang melanjutkan ke pendidikan umum dan kini menjabat di birokrasi pemerintahan maupun legislatif,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat akses informasi bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini kesulitan membaca dan menulis. Dengan dukungan pemerintah dan gereja, Yayasan Hati Tulus Intan Jaya optimis tingkat literasi di Intan Jaya akan terus meningkat secara signifikan.

Visi yayasan adalah memastikan bahwa setiap warga di pelosok terjauh sekalipun memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dalam pelaksanaannya, yayasan akan bersinergi dengan pihak gereja dan hamba-hamba Tuhan sebagai tenaga pengajar utama bagi jemaat dan warga sekitar.

“Harapan saya, pemberantasan buta huruf ini masuk hingga ke dusun, pelosok, dan tempat-tempat terpencil yang susah dijangkau pendidikan formal. Kita gerakkan melalui gereja agar masyarakat kita bisa maju,” pungkasnya.

Pihak yayasan menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam memajukan sumber daya manusia di Papua Tengah. Dengan dukungan legalitas dan pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, program ini diharapkan memiliki daya jangkau yang lebih luas dan terstruktur.

Kolaborasi tiga pilar—Yayasan, Pemerintah, dan Gereja—ini bertujuan untuk memutus rantai ketertinggalan informasi yang selama ini dialami warga di pelosok. Dengan kemampuan literasi yang mumpuni, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami program pembangunan pemerintah serta memperdalam pemahaman spiritual melalui kitab suci.

Pihak yayasan juga berkomitmen untuk terus mengawal program ini secara berkelanjutan, sehingga hasil yang dicapai bukan sekadar angka statistik, melainkan perubahan nyata pada kualitas hidup masyarakat Intan Jaya di masa depan.

Tambah ia. Pemerintah banyak memberikan peluang bagi masyarakan lokal untuk membangun daerahnya sendiri baik di bidang pendidikan dan pembangunan.

“Ada beberapa organisasi yang ada banyak adik-adik kita putra-putri asli daerah di sana dipercayakan, sehingga ini bisa menolong masyakat dan gereja.”

Pihaknya juga mengucapkan. Terima kasih kepada pemerintah kabupaten Intan Jaya baik bupati dan wakil bupati sudah menjadikan yayasan sebagai mitra strategis menjawab kebutuhan masyarakat dalam menangani pembebesan buta aksara di kabupaten Intan Jaya

“Harapan kami melalui yayasan ini 10 tahun hingga 20 tahun kedepan semua masyarakat di pelosok Kabupaten Intan Jaya bisa membaca melalui program Yayasan pemberatasan buta huruf ini,”tututpnya. (Rayar)

You cannot copy content of this page