NEWS  

Ketua Klasis GKI Mimika Apresiasi Kreativitas Jemaat GKI Solagratia dalam Lomba Taman Paskah

Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. Junus Maurits Bonsapia, S.Th, Didampingi Perwakilan Pemda Mimika Hadiri Lomba Taman Paskah.(FOTO:rayar)

TIMIKA – Semarak perayaan Paskah tahun 2026 semakin dirasakan umat kristen di Indonesia terlebih khusus Tanah Papua, salah satunya di lingkungan GKI Solagratia Timika terasa berbeda dengan hadirnya deretan Taman Paskah yang menghiasi halaman gereja.

Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. Junus Maurits Bonsapia, S.Th, hadir langsung melakukan penilaian bersama perwakilan Pemerintah Daerah dari dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, terhadap hasil karya dari 10 rayon yang berpartisipasi dalam lomba taman paskah tahun ini.

Dalam wawancara di sela-sela penilaian, Pdt. Junus Maurits Bonsapia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan kerja keras jemaat. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah bentuk kesaksian iman yang nyata.

Dengan tema besar Paskah Tahun 2026 yakni Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita. Dalam bacaan Alkitab 2 Korintus 5 ayat 17. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

“Saya sangat bersyukur melihat antusiasme jemaat di GKI Solagratia. Taman-taman Paskah ini adalah representasi dari penghayatan kita terhadap kasih Kristus. Melalui kreativitas ini, jemaat diajak untuk memvisualisasikan narasi Alkitab sehingga lebih mudah dipahami dan direnungkan,” ujar Pdt. Junus, Jumat (27/3/2026).

Sebagai salah satu tim penilai, Pdt. Junus menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria utama yang menjadi acuan penilaian. Selain aspek estetika dan kreativitas penggunaan bahan, kedalaman pesan teologis yang disampaikan menjadi poin krusial.

“Kami melihat bagaimana setiap rayon mampu menerjemahkan tema yang diberikan, baik itu tentang penderitaan Yesus di Getsemani, pengadilan Pilatus, hingga kemenangan di Bukit Golgota. Kesesuaian dengan naskah Alkitab dan kreativitas jemaat dalam memanfaatkan media lokal menjadi nilai tambah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan seluruh unsur jemaat mulai dari anak-anak sekolah minggu, hingga orang tua dalam membangun taman ini menunjukkan kebersamaan yang kuat di dalam gereja.

Pdt. Junus berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat lain di bawah naungan Klasis GKI Mimika. Ia menekankan bahwa Paskah tahun 2026 harus menjadi momentum bagi umat Kristiani di Timika untuk semakin solid dan menjadi pembawa damai.

“Pesan saya kepada seluruh warga jemaat, mari kita jadikan perayaan Paskah ini sebagai titik balik untuk lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan. Taman Paskah ini hanyalah simbol, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menanamkan makna pengorbanan Kristus di dalam hati dan perbuatan sehari-hari,” tuturnya.

Menutup wawancara, Pdt. Junus mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika untuk tetap menjaga toleransi dan keamanan selama rangkaian hari raya Paskah berlangsung, agar kedamaian senantiasa melingkupi tanah Papua. (Redaksi)

You cannot copy content of this page