Kegiatan Pelatihan Ketrampilan Dinas Tenaga Kerja Baguli 96 Peserta Pencari Kerja Orang Asli Papua.(FOTO/tambelopapua.com)
BIAK NUMFOR|Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, melalui Dinas Tenaga Kerja UPTD Loka Latihan Kerja Usaha Kecil dan Menengah (LLK UKM), menggelar pelatihan keterampilan bagi 96 peserta pencari kerja, khusus Orang Asli Papua (OAP).
Pelatihan yang dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2025 ini berlangsung selama 25 hari, meliputi enam kejuruan vital: teknologi informasi dan komunikasi (TIK), teknik listrik, las, teknik otomotif, menjahit, dan manufaktur. (22/10/2025)
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli I Bupati Biak Numfor Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Fransisco Olla, mewakili Bupati. Acara tersebut dihadiri Anggota DPRK Firman SE, Kepala Dinas Tenaga Kerja, para kepala distrik dan lurah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati Markus Oktofianus Mansnembra yang dibacakan Fransisco Olla, disampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Pemerintah daerah berkomitmen, terus meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, siap terjun ke dunia kerja,” ujar Fransisco Olla.
Bupati berpesan kepada 96 peserta OAP sebagai agen perubahan masa depan, agar mengikuti pelatihan dengan tekun dan menjadikan pelatihan ini sebagai investasi berharga untuk masa depan pribadi, keluarga, dan kemajuan Kabupaten Biak Numfor.
“LLK UKM Biak saat ini menyiapkan berbagai pelatihan yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga peserta harus manfaatkan kesempatan ini dengan baik, ikuti materi dengan sungguh-sungguh dan jangan ragu bertanya dengan para instruktur yang berpengalaman,” tambahnya.
Di akhir sambutan tertulisnya, Bupati meminta LLK UKM Biak untuk memastikan pelatihan berjalan efektif dan berkelanjutan. Tujuannya agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya memegang sertifikat, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui dan siap terjun ke dunia kerja, bahkan mampu membuka usaha mandiri. Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak wirausaha baru dan tenaga kerja terampil yang berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Fokus pada Pencari Kerja OAP dan Peningkatan Kesejahteraan:
Kepala UPTD LLK UKM Biak Numfor, Yalon Kbarek, sebelumnya menjelaskan bahwa pelatihan ini mengacu pada UU dan peraturan menteri tenaga kerja, dengan sasaran utama masyarakat pencari kerja khusus OAP. Tujuannya adalah membekali dan mengembangkan potensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan para pencari kerja.
“Sasaran dari pelatihan ini adalah masyarakat pencari kerja khusus orang asli papua, dan ada 6 kejuruan yang dilaksanakan di 9 distrik, 6 kejuruan di antaranya dilaksanakan di LLK UKM, sedangkan tiga di antaranya di Distrik,” ujar Yalon Kbarek.
Pelatihan tidak hanya terpusat di Aula LLK UKM Biak, tetapi juga dilaksanakan di Distrik Aimando, Biak Timur, dan Distrik Andei. Kegiatan ini menghadirkan instruktur ahli yang mampu membimbing peserta dari tahap dasar hingga mencapai standar kompetensi sesuai kejuruan masing-masing, memungkinkan mereka bersaing dalam dunia kerja atau menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Dana Otsus untuk Keterampilan, Investasi Nyata Membangun SDM Unggul Biak Numfor:
Pelaksanaan pelatihan kerja oleh LLK UKM Biak Numfor yang menargetkan 96 pencari kerja OAP dengan menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan pengangguran dan kesenjangan keterampilan. Penggunaan Dana Otsus untuk investasi sumber daya manusia (SDM) di sektor teknis seperti las, otomotif, dan TIK merupakan langkah strategis yang sangat tepat.
Melalui pelatihan ini, Dana Otsus tidak hanya dihabiskan untuk proyek fisik, tetapi digunakan untuk membangun “modal manusia” yang akan menjadi penggerak ekonomi Biak di masa depan. Fokus pada enam kejuruan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja menunjukkan perencanaan yang matang.
Tantangan ke depan bagi LLK UKM Biak adalah memastikan program ini berkelanjutan, termasuk penyediaan akses modal dan pendampingan pasca-pelatihan bagi para lulusan yang ingin berwirausaha.
Jika komitmen Bupati untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya bersertifikat tetapi juga berkompeten dan siap mandiri terealisasi, maka pelatihan ini akan menjadi katalisator penting dalam mewujudkan Biak Numfor yang maju dan berdaya saing, menempatkan OAP sebagai pelaku utama dalam pembangunan daerahnya sendiri. (Pewarta:VKY/Editor:Zadrak)










