Pasca Insiden GBC: Dua Izin Tambang Freeport Kembali Beroperasi Penuh

Tim penyelamat tambang bawah tanah atau Under Ground Mining Response/UGMR PT Freeport Indonesia mencari keberadaan lima pekerja yang terjebak insiden pergerakan material basah di lokasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. (FOTO/CorcomPTFI)

TIMIKA| Setelah menjalani proses audit dan evaluasi keselamatan menyeluruh pasca insiden di area Grasberg Block Cave (GBC) beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi memberikan izin kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mengoperasikan kembali dua izin area tambang bawah tanahnya. (16/11/2025)

Keputusan ini diambil setelah PTFI menunjukkan pemenuhan komitmen perbaikan manajemen risiko dan standar keselamatan yang ketat di seluruh wilayah operasi mereka.

Dikutip dari halaman media tempo. (14/11/2025). Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses evaluasi dan menerbitkan izin operasi untuk dua lokasi tersebut. Meski longsor tidak berdampak langsung pada DMLZ dan Big Gossan, Freeport memilih menghentikan seluruh kegiatan demi keselamatan pekerja.

“Sekarang blok DMLZ dan Big Gossan sudah beroperasi,” kata Tri kepada wartawan di kompleks DPR, Kamis, 13 November 2025.

Pengaktifan kembali DMLZ dan DOZ diharapkan dapat mengkompensasi volume produksi yang sempat tertunda akibat penyesuaian operasional, serta memastikan pasokan bijih untuk fasilitas pengolahan (smelter) tetap stabil, hingga berita ini di terbitkan belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Freeport Indonesia. (rayar)

You cannot copy content of this page