Sosialisasi Visi, Misi, dan Program Kerja. (FOTO/tambelopapua.com)
SUGAPA, INTAN JAYA| Yayasan Hati Tulus Intan Jaya (YHTIJ) resmi memaparkan langkah strategisnya dalam upaya pembangunan sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Melalui sosialisasi visi, misi, dan program kerja yang digelar di Sugapa, yayasan ini menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan gereja.
Ketua Yayasan Hati Tulus Intan Jaya, Nahor Maisini, SE, M.Th., mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan pemerintah bagi yayasan baru ini untuk berkontribusi nyata. Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah konflik seperti Intan Jaya.
“Puji Tuhan, kegiatan sosialisasi tadi berjalan lancar. Yayasan ini hadir sebagai mitra pemerintah dan gereja untuk mendukung program-program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nahor Maisini usai kegiatan sosialisasi di Sugapa, Jumat (19/12/2025).

Salah satu program unggulan yang menjadi prioritas utama YHTIJ adalah pemberantasan buta aksara atau buta huruf. Program ini menyasar jemaat-jemaat gereja yang hingga kini belum memiliki kemampuan membaca dan menulis, sehingga menghambat mereka dalam memahami kitab suci maupun informasi publik lainnya.
“Fokus pertama kami adalah pemberantasan buta aksara. Kami akan membentuk tim dari hamba-hamba Tuhan di setiap jemaat untuk menjadi tenaga pengajar bagi mereka yang belum bisa membaca dan menulis, termasuk agar mereka bisa membaca Alkitab,” jelas Nahor.
Selain literasi dasar, YHTIJ juga menyoroti tingginya angka putus sekolah (drop out) di tingkat SD, SMP, hingga SMA akibat berbagai tantangan dan konflik di wilayah tersebut. Sebagai solusi, yayasan berencana membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal atau sekolah paket (Paket A, B, dan C).

“Angka pengangguran dan putus sekolah di sini cukup tinggi karena tantangan daerah yang luar biasa. Melalui PKBM, kami ingin memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak kita agar memiliki ijazah dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nahor Maisini menyatakan kesiapan yayasannya untuk menyukseskan program pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika dipercayakan oleh pemerintah.
“Jika pemerintah memberikan izin dan kepercayaan, kami dari yayasan sangat siap mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis ini demi kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Intan Jaya,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menandai operasional Kantor YHTIJ yang berlokasi di Jalan Poros Bandara, Desa Bilogai, Distrik Sugapa. Kehadiran yayasan yang telah memiliki legalitas resmi dari Menkumham RI tahun 2025 ini diharapkan menjadi lentera baru bagi pembangunan manusia di pegunungan tengah Papua Tengah.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Kehadiran YHTIJ di Intan Jaya menambah daftar organisasi nirlaba yang fokus pada pengabdian masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
Yayasan Hati Tulus Intan Jaya telah memiliki legalitas resmi berdasarkan SK Pengesahan Badan Hukum Menkumham RI tahun 2025, yang memperkuat posisi mereka sebagai lembaga yang kredibel dan akuntabel di mata hukum dan publik. (Pewarta/Rayar)









