Kegiatan Revitalisasi UKS digelar, Sasar 27 Sekolah,berlangsung Senin 19 Januari 2026,bertempat di KSL Grandballroom Biak, (Foto:Hendy Mirino)
BIAK |Jenewa Institute bersama UNICEF didukung Pemerintah Jepang, lakukan Penguatan dan Revitasiasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), serta Fasilitasi Pembentukan Tim Pelaksana di Kabupaten Biak Numfor, berlangsung Senin 19 Januari 2026,bertempat di KSL Grandballroom Biak.
Kegiatan ini menyasar 27 sekolah dan Madrasah sasaran, dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Biak Numfor, serta perwakilan puskesmas terpilih dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua.
Ketika di temui Wartawan tambelopapua.com. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, seusai membuka kegiatan tersebut mengatakan penguatan dan revitalisasi UKS/M menjadi sangat penting seiring masuknya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini pihaknya menargetkan dua hal utama, yakni pembentukan Tim UKS/M di 27 sekolah dasar sasaran serta penguatan Tim Pembina UKS/M di tingkat kabupaten.
“Kami minta 27 SD yang diundang hari ini sudah membentuk Tim UKS. Ketua timnya kepala sekolah dan dibantu guru. Sementara di tingkat kabupaten, akan dibentuk Tim Pembina UKS/M yang melibatkan lintas sektor dan nantinya di-SK-kan oleh Bupati,” ujarnya.
Menurutnya, intervensi UKS/M bersifat lintas sektor karena melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, hingga Sekretariat Daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat.
Sementara itu Nutrision Manager Jenewa Shafa Syahrani, mengatakan UKS/M menjadi wadah strategis dalam membangun sistem kesehatan di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan, penguatan dan revitalisasi UKS/M diawali dari tingkat kabupaten dengan memperkuat Tim Pembina UKS/M, yang kemudian diimplementasikan langsung di sekolah melalui pembentukan Tim Pelaksana UKS.
“Kita mulai dari penguatan di tingkat kabupaten, lalu kita hadirkan langsung di sekolah sebagai tim pelaksana. Sekolah yang kita hadirkan hari ini merupakan sekolah intervensi dari Program Papua Genius,” ujarnya
“Program ini kita jadikan pilot project terlebih dahulu di sekolah intervensi. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada sekolah tambahan,” jelasnya
Sebelumnya, perwakilan UNICEF Papua, Wulan Nangley, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penguatan dan revitalisasi UKS/M merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Program ini merupakan program yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional dan didukung oleh UNICEF melalui pendanaan Pemerintah Jepang. Ini adalah program percontohan yang pertama kali dilakukan di Indonesia,” ucapnya.
Ia menjelaskan, di wilayah Papua, program tersebut baru dilaksanakan di dua daerah, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor.
Melalui penguatan dan revitalisasi UKS/M ini, diharapkan terbentuk sistem kesehatan sekolah yang terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Biak Numfor. (Pewarta:Hendy Mirino/Editor:Rayar)









