dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL, M.Kes.(FOTO:Rayar)
TIMIKA – Direktur RSUD Mimika melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah kunjungan pasien sepanjang tahun 2025. Total kunjungan tercatat mencapai 141.259 pasien, atau naik sekitar 18,05% dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 119.648 pasien.
Rincian Data Kunjungan
Berdasarkan data yang dirilis, distribusi pelayanan pasien selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
* Instalasi Rawat Darurat (IRD): 51.676 kunjungan.
* Rawat Jalan (Poliklinik): 70.170 pasien.
* Rawat Inap: 19.413 pasien.
Fenomena “False Emergency” di IRD
Pihak manajemen RSUD menyoroti lonjakan drastis yang terjadi di unit IRD, di mana angka kunjungan naik lebih dari 50% (tepatnya 59,6%) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ditemukan fakta bahwa hampir 40% dari pasien IRD masuk dalam kategori False Emergency atau bukan kategori gawat darurat.
“Banyak pasien yang sebenarnya bisa ditangani di Poliklinik atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas), namun tetap datang ke IRD. Contohnya kasus batuk pilek biasa,” ujar Direktur RSUD Mimika dalam keterangannya.
Dampak Operasional dan Rencana Sosialisasi Kondisi ini menyebabkan terjadinya over-capacity atau full bed. Kapasitas IRD yang seharusnya hanya untuk 28 hingga 30 pasien, seringkali harus dipaksakan menampung hingga 70 pasien melalui penambahan tempat tidur ekstra (extra bed).
Kepadatan di IRD ini juga berdampak pada terjadinya stagnansi pasien yang menunggu antrean kamar di ruang rawat inap yang seringkali penuh. (Rayar)









