NEWS  

Wabup Mimika Emanuel Kemong: Pemkab Akan Undang Pihak Terkait Duduk Bersama Perwakilan Buruh Moker

Perwakilan Mogok Kerja 8300 Buruh, John Yawang Menyerahkan Aspirasi Kepada Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong. (12/2/2026/FOTO:rayar)

TIMIKA| Ratusan buruh yang tergabung dalam Komunitas Mogok Kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar aksi damai di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Buruh mendesak agar putusan Mahkamah Agung (MA) terkait nasib 8.300 pekerja segera dieksekusi oleh pihak manajemen PT Freeport Indonesia. (12/2/2026)

Aksi tersebut diterima Wakil Bupati, Mimika Emanuel Kemong, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Paulus Yanengga, Plt Sekretaris Daerah, Abraham Kateyau dan Sejumlah Staff.

Usai mendengarkan orasi dan menerima beberapa poin utama aspirasi para buruh moker, Wabup Emanuel Kemong menyampaikan beberapa hal yakni.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh para buruh. Hal ini disampaikannya saat menemui massa aksi yang melakukan demo damai penyampaian aspirasi di depan kantor Pusat Pemerintahan.

Emanuel menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menerima poin-poin tuntutan. Ia mengatakan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam satu meja guna mencari solusi terbaik.

“Kami nanti pelajari dulu dengan mengundang semua pihak, termasuk perwakilan dari buruh.. Kita duduk satu meja untuk bicarakan ini lebih lanjut,” ujar Emanuel di hadapan massa.

Pihaknya juga menyampaikan agar perwakilan buruh nantinya menyiapkan sedikitnya 10 orang sebagai perwakilan, untuk diundang saat pertemuan yang akan di fasilitasi oleh pemkab Mimika.

“Berikan kami (Pemkab Mimika) waktu, untuk mengundang pihak terkait untuk duduk satu meja guna menyelesaikan persoalan ini,”ucapnya.

Wakil Bupati juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan waktu kepada pemerintah daerah guna melakukan koordinasi internal maupun eksternal. Menurutnya, proses ini memerlukan waktu agar keputusan yang diambil bisa tepat sasaran.

“Kasih saya waktu, bisa 21 hari, bisa kurang atau lebih. Tapi yang terpenting adalah ada meja tempat kita duduk bicara bersama,” terang Wabup. (Rayar)

You cannot copy content of this page