Michael Alik Lembang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika (FOTO:rayar)
MIMIKA| Puluhan pekerja armada kebersihan melakukan aksi mogok kerja dan protes terhadap kebijakan internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Aksi ini dipicu oleh dugaan intimidasi dan sikap arogan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi tersebut.
Wilson Baria (Pengawas) Perwakilan pekerja mengungkapkan bahwa keresahan ini bermula sejak kehadiran oknum ASN tersebut. Ia dituding sering menggunakan jabatannya untuk menekan para pekerja, termasuk melakukan pengumpulan KTP tanpa koordinasi yang jelas dengan pihak dinas.
“Oknum ASN ini selalu arogan, menggunakan label baju ASN untuk menakut-nakuti kami dengan intimidasi. Kemarin ada pengumpulan KTP tanpa koordinasi, katanya perintah dinas, padahal tujuannya untuk mengganti orang-orang (pekerja) di sini,” ujar salah satu koordinator aksi saat diwawancarai media ini, Senin (9/3).
Selain masalah intimidasi, para pekerja juga menyoroti adanya ketidakadilan dalam proses rekrutmen sopir. Mereka mengeluhkan adanya upaya memasukkan anggota keluarga oknum ASN tersebut untuk menggantikan sopir lama yang sedang dalam kendala administratif.
“Ada sopir kami yang SIM-nya sedang ditahan dan butuh proses, sementara kami tempatkan di bagian lain agar tetap bekerja. Tapi oknum ASN ini malah memasukkan anaknya untuk jadi sopir. Ini urusan sampah, urusan lapangan, tidak bisa semena-mena seperti itu,” tegasnya.
Masalah teknis lainya seperti pengelolaan absensi oleh pihak administrasi juga menjadi poin keberatan. Pekerja menilai ada kekeliruan data yang justru dibebankan kepada pengawas lapangan, sehingga menimbulkan konflik internal.
Para pekerja menyatakan bahwa selama ini mereka telah bekerja maksimal untuk menjaga reputasi pimpinan dan kebersihan kota. Namun, mereka merasa pengorbanan tersebut tidak dihargai dan justru dibalas dengan ancaman pemecatan bagi mereka yang vokal menyuarakan hak-hak pekerja.
“Kami butuh rasa aman dalam bekerja. Intimidasi di mana-mana itu pelanggaran hukum. Kami bekerja demi marwah dinas, tapi kenapa kami yang selalu ditekan?” tambahnya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Michael Alik Lembang, saat diwawancarai media ini usai menemui puluhan petugas kebersihan mengatakan.
Terkejut saat mengetahui adanya aksi mogok yang beredar di grup internal pekerja. Ia segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas (Kadis) yang saat ini sedang berhalangan hadir karena sakit, untuk segera menemui para pekerja di lapangan.
“Saya kaget lihat di grup kenapa ada mogok. Saya langsung telepon Pak Kadis, kebetulan beliau sedang sakit, jadi saya bersama Kabid datang ke sini untuk mediasi dulu agar mereka kembali bekerja,” ujar Michael Alik Lembang saat diwawancarai di lokasi aksi.
Menanggapi keluhan pekerja mengenai jaminan kesehatan (BPJS), Michael menjelaskan bahwa untuk karyawan tetap, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah diproses sejak lama. Namun, bagi tenaga cadangan, hal tersebut masih dalam tahap pengkajian sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau BPJS untuk karyawan tetap itu sudah kami urus dari dulu. Tapi kalau untuk (tenaga) cadangan, memang belum, karena ada aturan yang harus kita lihat apakah bisa diurus atau tidak,” jelasnya.
Terkait dugaan intimidasi oleh oknum ASN yang dikeluhkan para pekerja, Michael menyatakan akan mengikuti prosedur internal dinas. Ia
menekankan bahwa setiap persoalan memiliki jenjang penyelesaian, mulai dari staf, kepala seksi, hingga kepala bidang sebelum sampai ke tangan kepala dinas.
“Saya harap bisa kerja dulu. Semua persoalan pasti ada penyelesaiannya, jangan langsung mogok. Kota ini kalau satu hari saja sampah tidak diangkut, sudah kelihatan tidak bagus. Ini menyangkut nama baik Pak Bupati dan Dinas,” tegas Michael.
Pihak DLH berjanji akan menjadwalkan pertemuan lebih lanjut untuk memediasi tuntutan pekerja dengan Kepala Dinas setelah kondisi kesehatan beliau membaik. Michael menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan armada sampah kembali bergerak agar kebersihan kota tetap terjaga.
Hingga berita ini terbit. Para Petugas kebersihan telah kembali melakukan aktivitas pengangkutan sampah di sejumlah sudut kota Timika. (Rayar)









