Foto : Venus/Tambelo Papua
Suasana Sosialisasi Diballroom Hotel Horison Ultima pada,Selasa ( 26/11/2024).
TIMIKA| Pada Selasa (26/11/2024) Dinas Komunikasi dan Informatika mensosialisasikan peran media sosial pada intsansi pemerintah yang bertema “Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Pada Setiap OPD”,yang digelar di Hotel Horison Ultima.
Dihadiri oleh pelaksana harian Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan,Frans Kambu,S.Sos.,M.Tr.IP., juga Kepala Bidang Persandian,Richardo Yoachim Mote,S.Sos. beserta narasumber dari Direktorat Pengelolahan Media,Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informastika RI Dimas aditya Nugraha,S.I.Kom.,M.dan juga dihadir oleh pemimpin Organisasi Perangkat Daerah(OPD).
Melalui sambutan PJ Bupati yang dibacakan oleh Plh Asisten Bidang Ekonomi, Frans Kambu mengatakan,media publikasi pemerintah, diantaranya melalui media sosial resmi, berperan besar dalam memberikan informasi yang akurat, transparan dan terpercaya, serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Ia menjelaskan, dengan konsisten membuat konten yang bermanfaat dan memberi edukasi yang positif bagi pembaca dan masyarakat, diharapkan ke depan, OPD bisa saling bertukar informasi dan berkontribusi dalam membagikan informasi yang tepat, agar publikasi program kerja pemerintah dapat didistribusikan dengan baik ke masyarakat.
Berikutnya,Kepala Bidang Saluran Informasi, Komunikasi Publik Martha Paulina Kemong, S. E saat membacakan laporannya mengatakan, maksud dan tujuan dari sosialisasi ini yaitu meningkatkan peran media sosial pada instansi pemerintah, dengan memakasimalkan penggunaan media sosial pada setiap OPD.
Selanjutnya,Dimas Aditya Nugraha,S.I.Kom.,M.dalam wawancaranya mengatakan Secara keseluruhan Kami baru membuat pemetaan media sosial di kementerian lembaga baru 100 dan memang hasilnya itu ada konten bermacam-macam.tujuan bermedia sosial adalah menyampaikan informasi yang diperlukan oleh masyarakat. mulai dari informasi publik, program,kebijakan dan sebagainya.
Dari temuan kami di pemetaan media sosial di kementerian lembaga juga dari 100 instansi, kebanyakan masih membuat konten yang mengedepankan personal tokohnya padahal masyarakat harus tahu,apa yang ingin kita buat dan apa yang masyarakat butuhkan.ada juga beberapa kasus ketika mengelola sosial media orang berpikir yang penting memiliki konten dan postingan.
Namun ketika kita membuat akun media sosial menggunakan nama investasi, sebenarnya kita sedang membuat media yang harus direncanakan,kita ingin merencanakan sesuatu yang isinya apa saja,apakah yang menurut kita penting atau apa yang masyarakat butuhkan,hal itu harus direncanakan dari awal,kontennya akan seperti apa,hal itulah yang coba diinformasikan.
Yang pasti ketika orang membuat media sosial pasti ada sumber daya dan ada biaya yang dikeluarkan dan sebagainya,hal itu sangat disayangkan lebih baik kita fokus untuk pemetaan,berapah yang ada,resource yang berapa dan yang kita perkuat sekarang adalah akun Pemkab, karena OPD bekerja untuk Pemkab,akun Diskominfo dan Pemkab yang dikomparasi ternyata hal ini hanya mirroring,karena yang membuat akun Pemkab juga Diskominfo,hal ini menarik kalau misalkan OPD-nya berpikir ada konten yang bisa didistribusikan untuk akun Pemkab Mimika.
“Tujuannya kita ingin memberi tahu bahwa membuat media sosial perlu perencanaan yang baik dan kemudian perlu mengedepankan informasi yang masyarakat tuntutkan,alih alih yang pemerintah lakukan.”ungkapnya (Venus)









