Foto : Venus / Tambelo Papua
Foto Suasana Lintas Program Tuberkulosis di Hotel Grand Tembaga,Selasa(03/12/2024)
TIMIKA|Tuberkolosis ( TBC) adalah penyakit yang disebabkankan bakteri Mycobacterium Tuberculosis (Mtb). Indonesia merupakan negara yang mempunyai beban tuberculosis (TBC) yang tinggi dan mencapai posisi kedua didunia saat ini dengan insiden sebesar 845.000 atau sebesar 312/100.000 penduduk.(3/12/2024)
Pada saat ini Tuberkulosis juga masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Mimika dimana angka kejadian TBC di Mimika sebesar 707/100.000 penduduk atau dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan angka Nasional (SITB Mimika 2023).
Menurut Laporan Dinkes Mimika 2023 Salah satu upaya penanggulangan yang sudah dilakukan di Kabupaten Mimika adalah penemuan penderita TBC secara massif,pada tahun 2022 dari total 11.973 terduga yang diperiksa terdapat sejumlah 2.235 orang penderita TBC yang berhasil diobati dan pada tahun 2023 terdapat 2.897 orang pasien TBC yang sudah diobati dari total 13.126 terduga TBC yang dilakukan pemeriksaan.
Sebagai bentuk upaya penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Mimika,Dinas kesehatan Kabupaten Mimika mengadakan petemuan Lintas Program Tuberkulosis yang bertempat di Hotel Grand Tembaga jalan Yos Sudarso,Timika,pada Selasa (03/12/2024).
Dalam Sambutan Kepala Dinas kabupaten Mimika,Reynold Ubra, S.Si., M.Epid yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika,Fransiska Tekege,S.T.,mengatakan bahwa tingginya angka penemuan dan pengobatan kasus TBC di Kabupaten Mimika dalam dua tahun terakhir belum diikuti dengan keberhasilan pengobatan serta tindakan pencegahan TBC,dimana angka keberhasilan pengobatan pasien TBC belum menyentuh angka 90% seperti yang diisyaratkan oleh Kementerian Kesehatan serta pemberian obat pencegahan TBC masih rendah serta tindakan pencegahan lainnya belum dilaksanakan secara maksimal.
Tujuan dari pertemuan ini adalah melakukan evaluasi bersama program TBC serta mendiskusikan langkah berikutnya untuk perbaikan dan keberhasilan program TBC di Kabupaten Mimika.
“Untuk itu Dinas Kesehatan merasa perlu mengadakan pertemuan koordinasi dengan berbagai program terkait guna menyampaikan progres program TBC di Kabupaten Mimika serta mendapatkan masukan serta saran strategi pelaksananan dan kerjasama dalam upaya mengatasi permasalahan TBC di Kabupaten Mimika.”ungkap Fransisca wakili sambutan Kepala Dinkes Reynold Rizal Ubra.
“Dan output atau hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah :
1. Tersosialisasinya capaian program TBC di Kabupaten Mimika kepada berbagai program yang ada di Kabupaten Mimika
2. Adanya dukungan dari berbagai sektor terkait untuk program TBC di Kabupaten Mimika
3. Mendapatkan masukan dan rekomendasi strategi pelaksanaan untuk perbaikan program TBC di Kabupaten Mimika
4. Tersusunnya rencana dan strategi pelaksanaan kegiatan penurunan angka kesakitan akibat TBC di Kabupaten Mimika.”ungkapnya
Saat diwawancarai Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan,Obet Tekege, SKM., MPH menjelaskan “Sekarang tujuanya itu bagaimana kita membahas tingkat program di Dinas dan kendala-kendala apa yang harus kita jalankan untuk kolaborasi.jadi program TB ini hanya mendeteksi programnya dilapangan, pengobatan,tetapi tingkat promosi dan faktor lingkungan mempengaruhi peningkatan TB yang lebih tinggi sehingga hari ini kita evaluasi”.
“Faktor lingkungannya ada dua yaitu,faktor lingkungan yang dilihat dari kondisi rumahnya,dan di Mimika yang memenuhi syarat untuk rumah masih sangat kurang, yang kedua dari faktor perilaku masyarakat dilingkungan,ketika satu sampai dua orang batuk dalam satu keluarga,dari situ pencegahan yang kami lakukan belum terupdate,ketika kami memberikan obat pencegahan selama satu bulan tapi keluarga menolak dan menyatakan bahwa anggota keluarga mereka tidak sakit,padahal satu pasien yang kami temukan dalam satu keluarga yang melakukan kontak serumah harus meminum obat pencegahan”.
“jika dalam satu rumah ditemukan satu pasien,maka semua anggota keluarganya juga harus meminum obat pencegahan untuk menekan penularan.hal-hal ini yang diharapkan dalam masing masing program di Dinas harus ada kontribusi dan kolaborasi sehingga akan meningkat ditahun 2025”.ungkapnya (Venus)










