Foto:drh Sabelina Fitriyani, Kepala Disnakkeswan, didampingi Petrus Pali Ambaa Kepala Disperindag dan Frans Kambu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan saat berfoto bersama di aula kantor Jalan Poros SP2-SP5 pada Selasa (10/12).
TIMIKA|Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, laksanakan dengan para peternak dan pedagang babi yang dilaksanakan di aula Kantor Jalan Poros SP2-SP5 pada Selasa (10/11).
Tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini agar menyatukan harga daging babi antara para pedagang dengan masyarakat sebagai konsumen menjelang Nataru.
Dalam kesempatan tersebut
drh Sabelina Fitriyani, Kepala Disnakkeswan mengatakan, pihak peternak dan pemerintah menyepakati agar daging babi akan dijual dengan harga Rp100 ribu per setengah kilo gram sedangkan 1 kilo gram dijual diharga Rp200 ribu.
Harga ini disepakati guna menekan lanjut inflasi di Mimika terutama menjelang Nataru.
Dirinya melanjutkan, pada tahun 2025, populasi babi bisa naik, agar harga daging bisa kembali berangsur normal guna mencukupi kebutuhan masyarakat.
Tercatat hingga saat ini populasi babi di Timika sudah mulai meningkat diatas angka 3000 ekor, tentunya adapun upaya yang dilaksanakan agar angka tersebut dapat meningkat di Tahun 2025 .
Kedepannya, masyarakat menginginkan harga kembali normal secara perlahan populasi akan meningkat, akan tetapi dengan catatan para peternak dapat menjaga dan waspada agar tidak terjangkit kembali dengan wabah virus ASF.
“Jadi pertemuan ini membicarakan terkait harga yang ditetapkan untuk para pedagang yang nanti berjualan di pasar menjelang Nataru,” pungkasnya. (red)









