TIMIKA| Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar pembukaan kegiatan lauching aplikasi sistem informasi kearsipan Dinamis terintegrasi Srikandi dan pencanangan Nasional sadar Tertib Arsip,GNSTA tingkat Kabupaten/Kota dilingkungan Intsansi Pemerintah yang bertempat di Hotel Horison Diana pada,Rabu (11/12/2024).
Srikandi sebagai aplikasi umum pertama yang dilahirkan dari Perpres 95 2018 terkait SPBY,SPBY sendiri tujuannya dibangun dalam rangka,salah satunya pertama adalah efisiensi terhadap anggaran aplikasi.
Di Indonesia ini lebih dari 24.000 aplikasi yang sudah dibangun dan ini menghasilkan in-efisiensi atau dengan kata lain pemborosan dalam hal pembangunan karena masing-masing aplikasi hanya berlaku bagi lembaganya bagi unitnya.
Tidak ada yang menghubungkan antara satu oraganisasi dengan organisai lainnya tidak ada penggunaan berbagi data antara aplikasi satu dengan aplikasi lain maka dibangunlah atau dikeluarkanlah Perpres 95 2018 tentang SPBY intinya hanya ada dua,
yang pertama setiap organisasi harus menggunakan aplikasi umum.
Direktur Kearsipan Daerah l Arsip Nasional Republik Indonesia,Hilman Rosmana saat diwawancarai mengatakan.
“Aplikasi umum ini artinya aplikasi yang dibuat secara nasional sesuai dengan urusannya misalkan urusan pelaporan,urusan pengadaan barang,dibuatlah sistem pengadaan secara elektronik oleh LKPP,kearsipan pun membuat yang namanya Srikandi,ini di diharapkan melalui aplikasi umum ini semua organisasi menggunakan aplikasi tersebut untuk urusannya.”ucapnya
“Yang kedua esensinya adalah bahwa setelah menggunakan aplikasi umum maka data yang disimpan,data yang dihasilkan itu harus disimpan di pusat data nasional jadi semua data tidak ada lagi lembaga yang menyimpan datanya masing-masing semua terkumpul dipusat data nasional yang dibangun oleh Kominfo untuk saat ini mungkin dalam masih dalam proses pembangunan sehingga Kominfo pun untuk mengatasi hal itu,mereka menggunakan pihak ketiga yang sekarang disebut dengan pusat data nasional sementara,yang berada di Telkom”.
“Launching yang sudah dikatakan artinya mulai saat ini seharusnya aplikasi itu sudah harus mulai digunakan tetapi dalam rangka implementasi secara menyeluruh tentu perlu pendampingan,perlu bimbingan-bimbingan,ini yang perlu dilakukan oleh Mimika khususnya Dinas perpustakaan dan arsip daerah,kolaborasi dengan Dinas Kominfo,jadi berkolaborasi untuk mengimplementasikan ini secara menyeluruh ke seluruh OPD,keseluruh Dinas.”
Adapun keuntungan aplikasi ini yaitu tidak ada lagi aplikasi yang masing-masing,semua menggunakan aplikasi yang sama,menghasilkan data yang sama,OPD dengan OPD lain akan bisa berkomunikasi secara kedinasan OPD dengan Pemerintah Daerah yang lain dengan OPD di Pemerintahan Daerah yang lain juga bisa berkomunikasi,Pemerintah Daerah Mimika dengan kabupaten yang lain yang kota yang lainnya,serta provinsi lainnya,dengan kementerian sangat mungkin bisa komunikasi kedinasan,selain itu.
“Coba dikaji lagi setelah menggunakan aplikasi srikandi, berapah anggaran yang bisa dihemat anggaran untuk pengadaan ATK secara nasional saat ini dari 2020 sampai 2024,sampai bulan kemarin kurang lebih hampir 4 triliun yang sudah bisa dihemat dari pengadaan ATK”,Tutur Hilman.(Venus)
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Buka Lauching Aplikasi sistem informasi kearsipan Dinamis terintegrasi









