TIMIKA| Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) Bersama Sejumlah Kontraktor Orang Asli Papua (OAP) Menolak Pembangunan Pabrik Keramik Dan Pabrik Semen Di Kabupaten Mimika,Papua Tengah.(14/1/2025)
Pernyataan tersebut dikatakan pada rapat kordinasi bersama Kontraktor Orang Asli Papua (OAP) pada salah satu Hotel Di Timika Sore Tadi(14/1). Sebanyak 76 orang hadir dalam rapat kordinasi dan telah dibentuk tim kerja yang tergabung bersama-sama kontraktor OAP dan HAPAK.
Rapat kordinasi juga hadiri perwakilan Lemasa, Lemasko,Mahasiswa,Ormas,dan Aliansi Pemuda Kamoro,Aliansi Pemuda Amungsa juga Kamar Adat Papua (KAP).

Dikatakan ketua tim Tenius Kum,Sth.”hasil rapat kordinasi akan dilakukan dengan penyampaian aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika dalam waktu dekat hingga ke tinggkat Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Pusat”.ungkapnya
HAPAK dan kontraktor Papua meminta DPRD Kabupaten Mimika segera membentuk (Pansus) Guna rencana pembangunan pabrik dua perusahaan tersebut, yang diduga bukan merupakan perusahaan milik orang asli Papua yang akan mengelola tailing milik PT Freeport Indonesia.
Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) bersama puluhan kontraktor asli Papua (OAP) “MENOLAK” terkait rencana pembangunan pabrik keramik dan semen oleh PT Honay Ajkwa Lorentz dan PT Tambang Mineral Papua (TMP) yang menggunakan bahan baku utama tailing dari PT Freeport Indonesia di wilayah Kabupaten Mimika,Papua Tengah.
Sebagai organisasi yang mewakili kepentingan masyarakat adat Amungme dan Kamoro,kami merasa perlu untuk mengambil sikap terhadap rencana ini yang berpotensi memberikan dampak negatif yang sangat besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat adat kami.(rayar)









