Ketua PGRI Deiyai Menanyakan Dana PMT-AS: Begini Respon PJ Sekda Deiyai

Yusak Douw, S.Pd.,M.Pd, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Deiyai sambil orasi dihalaman kantor Bupati Deiyai, Papua Tengah, pada Rabu, 26 Februari 2026.

DEIYAI | Aksi Penolakan Program Makan Bergizi Gratis Yang Dilakukan Secara Simbolis Oleh Siswa Siswi, Dinilai Bukan Hanya Para (SISWA) Yang Menolak Namun Tenaga Guru Juga Diketahui Menolak HaL Tersebut. (26/02/2025)

Hal itu disampaikan oleh Yusak Douw, S.Pd.,M.Pd, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Deiyai sambil orasi dihalaman kantor Bupati Deiyai, Papua Tengah, pada Rabu, 26 Februari 2026.

Ia mengungkapkan bahwa di bawah tahun 1999-an Dana Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah, yang disingkat (PMTAS) itu ada namun tetapi pada tahun 2000 hingga saat ini pemerintah daerah tidak pernah mencairkan atau transparansi dana tersebut oleh karena itu siswa SD-SMA lakukan aksi ini hanya simbolis “ujarnya.

Pihaknya menanyakan dimana dana PMTAS sebab dana itu kami guru-guru mau pakai untuk belanjaan pakaian seragam dari TK-SMA bagi siswa yang tidak mampu, kenyataan yang kami melihat bahwa ketika Mantri atau TNI Polri datangi ke sekolah siswa melarikan diri karena takut maka dana tersebut serahkan ke guru agar mereka yang tangani, “ungkapnya.

PJ Sekda Pemerintah Kabupaten Deiyai, Melianus Pakage mengatakan pihaknya menerima aspirasi para pelajar itu. “Terima kasih adik-adik pelajar yang datang menyampaikan aspirasi. Saya berpesan agar generasi muda terutama pelajar dapat membaca buku sebanyak banyaknya. Saya pesan generasi muda harus membaca buku lagi, bukan baca status di media sosial,” katanya.

Pakage mengatakan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat harus dipahami sama-sama, baik pemerintah dan masyarakat. “Ini antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat, ini harus menjadi landasan pemikiran ke depan, terutama bagaimana kami rembuk untuk menyatakan sikap kami,” katanya.

Pakage menjelaskan kepada para pelajar bahwa Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat, sehingga Pemerintah Kabupaten Deiyai tidak bisa menghapuskan program itu. “Kalau itu Pemerintah Kabupaten Deiyai punya program, ya bisa hari ini kami bilang sudah kami hapus, kami tiadakan. Tapi ini program pemerintah pusat,” pungkasnya.

Reporter : SFP
Editor :Ray

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page