TIMIKA|Penutupan Bimtek Aplikasi Srikandi Versi 3 Pemerintah Kabupaten Mimika oleh Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah. Pada Hari Ke Dua Bimtek sekaligus dilakukan penutupan dan Penyerahan Sertifikat Kepada Peserta Bimtek (OPD) Oleh Asisten III Petrus L, Konten Dan Ditemani Kepala Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika Dantje Nere. (08/08/2024) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Dantje Nere kepada wartawan, di hotel Horison Diana, mengatakan.
“ini kan Program Nasional terus yang kedua kita jabarkan karena kita ikutan dengan secara nasional di seluruh indonesia sesuai dengan kemajuan zaman, IT ilmu dan Teknologi, agar kita juga tidak ketinggalan jika ada dalam jenjang itu untuk masuk dalam segala sesuatu yang kita lakukan itu lebih kepada opd juga kita harus memperkenalkan kenapa, karena ini adalah bagian dari kehidupan kita di pemerintahan”(ujarnya)
Dilanjutkan kadis, sekalipun ini kita lakukan di kabupaten atau kota memang kita harus menguji ini sampai ke diskripsikan begitu ada ini pesertanya kan terdiri dari opd-opd itu terjadi dinas badan kantor dan distrik-distrik yang ada di seluruh kabupaten Mmika, kenapa supaya data-data kita yang diarsipkan itu di dalam bentuk file atau aplikasi itu sebenarnya model terbaru dari penekanan sistem nasional dan itu menjadi dokumen daerah di seluruh opd.
“jadi kita tidak kalah karena sejauh itu semua dilibatkan sebagai peserta dalam penataan tim nasional kenapa karena kita juga sudah diperkenalkan dengan aplikasi-aplikasi karena teknologi yang terdiri dari kepegawaian sekretaris yang mana dari penataan layanan tata usaha di masing-masing opd dan harapan kita kembali kepada penataan di kabupaten”.terangnya
Dikatakan rahman (ANRI) Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai tenaga pendamping dalam bimtek aplikasi srikandi 3 kepada awak media usai kegiatan tersebut mengatakan.
“Srikandi perlu ada pembentukan unit kerja sebagi dasar sebelum aplikasi ini di gunakan,makanya para peserta kami lakukan bimtek hingga selesai atau bisa di implementasikan di masing masing opd”.
“Adanya aplikasi srikandi versi 3 gunanya juga mengurangi dampak penggunaan kertas dan memudahkan persetujuan dengan pimpinan. Untuk kabupaten mimika hal ini bukan baru karena tahun lalu kami juga lakukan, mungkin yang belum ikut sebagian tenaga operator di distrik yang ada mereka yang ada sebagai peserta sudah sangat baik,dan kita melihat sudah bisa di gunakan aplikasinya.”
Ditambahkan rahman pemerintah pusat terus mengembangkan teknologi dalam berkomunikasi sehingga di papua kita terus lakukan pemantapan bimtek contonya narasis dan tanda tangan elektronik
Sehingga sistem online dapat di lakukan di pemerintahan umum,karena sebelumnya kami lakukan pembaharuan secara perfoma sehingga kami saat ini sudah harus menggunakan srikandi versi 3,dari sebelumnya versi lama yakni versi 2 dari aplikasi kearsipan dan pemberkasan hingga penyusutan.
Di kesempatan yang sama asisten III Pemkab Mimika Petrus L, konten mengatakan, kegiatan ini berjalan dengan lancar aman dan boleh dikatakan ada penilaian tersendiri untuk kita dalam bincang-bincang singkat dengan pak pemateri atau narasumber penilaian positif yang mereka berikan untuk kita semua yang saya percaya pertama adalah semangat yang ada bapak ibu tunjukkan dalam kegiatan ini, dan yang kedua adalah kekompakan luar biasa sebagian kita dengan memiliki karakter watak tapi dengan hadir dalam kegiatan ini mereka menilai kita cukup kompak untuk mengikuti kegiatan.
Kegiatan-kegiatan seperti ini itu menunjukkan atau menggambarkan bahwa pemerintah daerah membutuhkan orang-orang yang menjadi tenaga-tenaga teknis, supaya bisa menjalankan tugas secara aplikasi untuk membantu pekerjaan pemerintah ke depan supaya lebih cepat lebih efisien dan juga hemat waktu tertentu.
”banyak hal yang mungkin ada kendala yang ditemukan dalam proses Bimtek disampaikan dari pemateri tapi kendala-kendala itu nanti pak Kadis dan teman-teman merumuskan, seperti ini yang bisa pimpinan daerah mengambil langkah untuk bisa ditanggulangi supaya kegiatan besar ini selama dua hari ini tidak sekedar kabur-kabur waktu dan ruang tunggu bapak ibu harus ada pelayan penerapan di setiap opd supaya juga menjadi dampak atau manfaat dari kegiatan ini”.
Lanjut dia, setiap kali kegiatan ada input dan output baik saja kalau kita bertanggung jawab tapi yang lebih penting adalah manfaat yang perlu kita autentik sebelum itu pesan kami panitia bersama coba melihat kendala-kendala apa secara internal atau bukan secara umum untuk ini mungkin ada yang berlebihan itu mohon dibuat dalam satu laporan supaya ada pandangan-pandangan tersendiri dari pimpinan daerah
Supaya ini dibentuk kasihan sekali kalau aplikasi yang kita sudah ikut ini kita tidak dapat digunakan dalam opd pesan dari atau pak bupati kiranya seluruh ilmu yang didapat dalam dua hari ini bapak ibu kami harapkan mulai untuk pelan-pelan menerapkan di tingkat opd.(irfandi junio)









