Dinas sosial Kabupaten Mimika Melakukan Bimbingan Kepada Penyandang Disabilitas

Suasana Kegiatan Kepada Keluaraga Distabilitas Di Timika,Papua Tengah.(Foto:Foto:Irfandy Junio)

TIMIKA| Sosialisasi Bimbingan Sosial Kepada Keluarga Penyandang Disabilitas Terlantar Anak Terlantar Lanjutan Usia Terlantar, Serta Gelandangan, Pengemis Dan Masyarakat, Di Hotel Grand Tembang, Jln Serayu, Senin (7/10/2024)

Peserta ini dari keluarga PPKS, dari beberapa relawan dan juga yayasan yang menangani tentang anak yang terlantar, Disabilitas serta lansia beberapa kelompok juga diundang yang menangani kelompok-kelompok yang rentan.

Pembicaraan dari kementerian sosial Republik Indonesia ada 2 orang dari pemateri khusus untuk anak-anak tentang pelayanan kepada penyangga stabilitas, lansi dan anak terlantar.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Paulus Saile.

“Kita memberikan suatu pelatihan ini kepada keluarga agar keluarga bisa merawat anggota keluarga yang termasuk kedalam PPKS itu sehingga anggota keluarga yang termasuk bisa mendapatkan pelayanan yang baik”.

Di samping itu juga pegawai dinas sosial mendapatkan pengetahuan tentang penanganan anak yang PPKS supaya ketika ada orang datang mengadu bisa dapat penjelasan baik yang tepat kepada orang yang membutuhkan.

Program ini yang kedua kalinya tahun kemarin juga ada kami melaksanakan dan memberikan bimbingan kepada keluarga agar bisa berikan pelayanan kepada anggota keluarga yang termasuk dalam kelompok PPKS ini.

Hasil dari pengamatan kami bahwa ada perubahan penanganan anggota keluarga yang mengalami penyandang-penyandang stabilitas terutama bagi dinas sosial juga sudah ada perubahan juga bagi yang ada gangguan jiwa.

Selama ini mereka merasa terbebani tapi setalah kami memberikan pemahaman bahwa mereka itu adalah bagian dari keluarga kami sudah memberikan fasilitas berupa tongkat, kursi roda, alat pendengar sudah di siapkan.

Pemateri Kementerian Sosial Republik Indonesia BBPPKS Musdalifah kepada wartawan menjelaskan bahwa.

Kabupaten mimika ini merupakan salah satu mitra kerja dari kami sempat juga menyampaikan layanan-layanan yang ada Di (BBPPKS).

“Salah satu dari point nya adalah Papua harus di tekankan harus bagaimana bisa mengikuti SOP dari atensi karena itu dari dasar layanan yang akan di berikan”.

Bagaimana kita menekankan bahwa pentingnya 3 pila dalam penanganan masalah sosial itu adalah keluarga, komunitas dan pemerintah jadi itu yang kita coba sampaikan.

Mulyadi yang juga pemateri menambahkan bahwasanya bagaimana cara membangun kesadaran dari orang tua yang memiliki BBPPKS hidup kemudian komunitas di sini juga ada LKS dan dari pemerintah dinas sosial.

Yang di bilang tadi bagaimana caranya bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada PPKS dan titik yang kami dapat hari ini.

Adalah ternyata di sini sudah ada pontensi dan sumber yang bisa di pakai untuk bagimana mengikatkan kesejahteraan sosial yang ada di kabupaten mimika ini.

Jadi itu butuh pendampingan kemudian pengembangan dari bibit-bibit tersebut ini kita bisa gunakan bibit potensi lokal bagaimana bisa berkembang untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial ke masyarakat terutama untuk pemerluh kesejahteraan sosial yang ada di kabupaten mimika.

Progam ini sudah ada berkelanjutan dan tahun depan sudah ada planning untuk mendatangkan PPKS yang ada di sini.

Kalau untuk yang sekarang sudah ada 15 orang mungkin kedepannya jumlah ini bisa lebih banyak lagi dan lebih lama untuk sekarang masih 4 bulan kalau untuk program itu sendiri 6 bulan.

Kami berdua mewakili lembaga kami sangat berterimakasih kepada pemerintah kabupaten mimika terutama khususnya Dinas sosial kabupaten mimika atas kerjasama yang selama ini kepada kami salah satunya mengundang kami keseni bagaimana mensosialisasikan program yang ada di kantor kami untuk peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang ada di kabupaten ini.(Irfandy Junio)

You cannot copy content of this page