NEWS  

JMSI Papua Tengah Mengutuk Teror Bom Molotov Depan Kantor Redaksi JUBI Di Jayapura

Pers Conferance Penggurus Jaringan Media Siber JMSI Provinsi Papua Tengah Dan Kabupaten Mimika.(Foto:rayar)

TIMIKA| Organisasi Perusahan Pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Tengah Mengutuk Tindakan Teror Di Depan Kantor Redaksi Media Online JUJUR Bicara (JUBI) Pada 16 Oktober 2024 Dini Hari Kemarin.(17/10/2024)

Dalam Pers conferance malam tadi.pimpinan dan wartawan media online yang tergabung pada Organisasi Perusahaan Pers (JMSI) PPT menyatakan sikap tegas mengutuk tindakan teror di depan kantor redaksi jubi online.

Ketua jmsi Papua Tengah Iwan S,Makatita bersama pengurus dan ketua jmsi kabupaten Mimika Zadrak Rayar mengutuk aksi teror dan mendesak Kapolda Papua untuk segera mengungkap motif dari aksi teror oleh oknum tersebut.

Jaringan Media Siber (JMSI) Papua Tengah merasa kejadian itu,merupakan tindakan teror yang mengancam seluruh profesi pers dan media online di tanah Papua.

“Merupakan teror, terhadap pers dan pembungkaman terhadap demokrasi juga tindakan pengancaman terhadap karya karya jurnalis.

Kami meminta Polri melalui kapolda Papua segera mengusut motif dibalik teror di depan kantor redaksi jubi,dan segera mengungkap pelaku ke publik.

Ketua (JMSI) kabupaten Mimika Zadrak Rayar juga menilai, gambaran teror terhadap jubi, telah menunjukan kekerasan terhadap pekerja pers di tanah Papua terus dilakukan dan sangat mengancam keamanan seluruh pekerja pers dan media online di Papua.

“Hari ini kantor redaksi jubi di teror,jelas ini telah mengambarkan bahwa seluruh pekerja pers merasa terancam atas kebebasan pers, maka dengan itu kami jmsi mengutuk keras tindakan yang mengancam semua pekerja pers dan perusahaan media online di tanah Papua”.ungkapnya

“Kami menghimbau kepada teman teman pers se-Papua agar lebih waspada terhadap aksi teror serupa”.

Penyerangan di kantor Redaksi Jubi menambah catatan panjang kekerasan terhadap pekerja pers di atas tanah Papua masih terus di lakukan sehingga,Kapolda Papua diharapkan adil dan segera ungkapkan kasus teror yang terjadi.(tim)

You cannot copy content of this page