TIMIKA| Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika mengecek ketersediaan daging babi.cukup tersedia namun harganya jual lebih mahal menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Drh Sabelina Fitriani, Kepala Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika saat dijumpai awak media diruang kerja.(6/12/2024) meskipun persediaan ada, harga daging babi dipastikan lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.
Karena adanya virus African Swine Fever (ASF) ketersediaan babi di Mimika berkurang jauh.sehingg sejumlah peternak hanya menyimpan ternaknya untuk di jual saat natal dan tahun baru.
Sebelumnya virus ini membuat banyak peternak merasa kesulitan karena hewan ternaknya banyak yang mati,maka peternak menjual daging babi dengan harga yang lebih mahal menjelang Nataru.
Ditbahkan kadis,untuk melakukan penekanan harga daging pihaknya terus berupaya untuk memfasilitasi pertemuan peternak dan pemotong untuk membahas kesepakatan terkait menurunkan harga babi, berdasarkan data yang didapat sebelumnya harga babi Rp250 ribu per potong menjadi Rp180 ribu per potong.
“Kami berharap agar harga yang ditawarkan itu dapat disepakati oleh para peternak. Artinya jelang Nataru ini, mereka tetap komitmen dengan harga yang sudah ditentukan,”harapnya.
Lebih jelas dinas peternakan Mimika akan melakukan rapid test terhadap ternak babi sebelum dipotong untuk menjamin kualitas babi tersebut sehat dan tidak terpapar virus ASF.
“Setiap ada pemotongan,dinas peternakan akan lakukan rapid untuk ASF di rumah potong di Jalan pisang. Kalau negatif, bisa di perjualkan.(ray)
Jelang Natal Dan Akhir Tahun 2024 Harga Daging Babi Di Pasaran Mengalami Peningkatan









