Dinkes Mimika PKS Bersama PT Freeport Indonesia Dukung Pelayanan RS Banti

TIMIKA| Pemerintah Kabupaten Mimika Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Hari Ini Telah Melakukan Penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bersama PT Freeport Indonesia. Kegiatan Tersebut dilakukan di Rimba Papua Hotel Timika-Papua Tengah.

Diketahui Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Mimika Reynold Risal Ubra didampingi sekretaris dinas kesehatan Mimika hadir untuk menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PT Freeport Indonesia guna mendukung kebutuhan RS Banti di Banti Distrik Tembagapura.(9/12/2024)

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengatakan, draf PKS  amandemen sudah diterima oleh Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan sehingga pihaknya sama-sama bersepakat menandatangani perjanjian kerja sama amandemen untuk dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.

“Terima kasih saya ucapkan kepada PTFI karena telah berkontribusi membangun dan mengembangkan RS Waa Banti dan kerja sama ini harus  terjaga. Kami berkomitmen melayani kesehatan di RS Waa Banti dan harus ditingkatkan agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,”tuturnya.

Senior Vice President Sustainable Development PTFI Nathan Kum dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini telah dilakukan sehingga ini bukan merupakan hal baru bagi PTFI dan Dinkes Mimika. Untuk kali ini kegiatan ini merupakan bagian dari amandemen sehingga perlu adanya kerja sama dengan baik antara PTFI dan Pemda Mimika.

“Kami berharap agar operasional RS Waa Banti berjalan dengan lancar. Intinya bawa mari melayani masyarakat dengan baik dan kami mendukung agar masyatakat Waa Banti harus mendapatkan pelayanan  kesehatan terbaik,”katanya.

Nathan mengungkapkan PTFI memberikan support seperti mobil ambulance, bahan bakar minyak, dan keperluan lain di RS Waa Banti.

“Kami memberikan dukungan dengan membangun dapur standar di RS Waa Banti untuk keperluan tenaga kesehatan bahkan masyarakat. Perlengkapan lain juga kami dukung,”ungkapnya.

Menurutnya PTFI tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu perlu adanya kerja sama dukungan operasional RS Waa Banti di Tembagapura untuk melayani masyarakat.

“Memang masih banyak tantangan  kedepan. Masyarakat sudah mulai berobat di RS Waa Banti. Sehingga secara langsung kuota masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan di SOS sudah mulai berkurang berkat adanya RS Waa Banti”,tutupnya.(ray)

You cannot copy content of this page