DEIYAI | Siswa SD, SMP dan SMA di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Menggelar Demonstrasi Menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dari Pemerintah Pusat. Mereka Melakukan Long March Dari Lapangan Thomas Adii pukul 08:45 WIT Menuju Kantor Bupati Deiyai, Rabu, (26/02/2025).
Kapolres Deiyai Kompol I Made Suartika, S.Ip memberikan apresiasi terhadap korlap karena memimpin aksi dengan baik kemudian telah meminta izin kepada kami pihak kepolisian untuk melaksanakan aksi penolakan makan gratis yang ditampung oleh pemerintah daerah juga DPRD
Inilah bentuk demokrasi dan kami pihak kepolisian juga sangat menghormati apa yang menjadi aspirasi dari adik-adik siswa SD-SMA ini dan kami akan bicarakan bersama DPRD juga pemerintah daerah dalam mengambil jalan terbaik untuk kemajuan Deiyai kedepan , Ujarnya.
Berdasarkan pantauan Tambelo, Jeklin Edowai Siswi SMAK Aweidabi Deiyai menyuarakan sambil berorasi, ia menolak terhadap kebijakan makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Tolak makan bergizi gratis, berikan kami pendidikan gratis,” demikain tertulis di salah satu spanduk.
Jeklin mengungkapkan bahwa dia sebagai perempuan yang memang juga harus turun kedapur untuk memasak, tetapi sebagai perempuan dia juga butuh pendidikan bukan hanya laki-laki saja.
Di sekolah-sekolah banyak alat-alat praktek yang yang belum lengkap, saya butuh Pemerintah untuk kasih lengkap, kenapa diluar sana bisa lengkap baru kami di kota Deiyai ini tidak lengkap” ungkap siswi bernama jeklin.
Selain itu, Jeklin yang merupakan salah satu siswi SMAK Aweidabi Deiyai juga mengungkapkan bahwa guru-guru di tanah papua tengah terutama di Kabupaten Deiyai ini masih kurang, padahal diluar sana guru-guru banyak, sedangkan di pedalaman Deiyai Paniai dan Dogiyai ini hanya sedikit guru saja. Untuk itu kata Jeklin “kami sebagai siswi Deiyai membutuhkan pendidikan gratis yang layak, bukan makanan gratis” pungkasnya.
Reporter : SFP
Edito:ray
Tolak Makan Bergizi Gratis, Siswa SD-SMA Long March Menuju Kantor Bupati Deiyai









