Tatib Baru, DPRK Mimika Wajib Gunakan Mahkota Dan Noken Saat Sidang Paripurna

Anggota DPRK Kabupaten Mimika Dolfin Beanal.(Foto:Lan/tambelopapua)

TIMIKA, TAMBELO – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Mimika mengambil langkah besar untuk melestarikan budaya lokal.

Mereka mewajibkan seluruh anggota dewan mengenakan atribut adat Papua saat sidang paripurna. Langkah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga untuk menanamkan rasa memiliki dan kebanggaan bagi para anggota dewan.

Dolfin Beanal, anggota DPRD Kabupaten Mimika saat ditemui wartawan pada, Rabu (12/3) menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk mengingatkan para anggota dewan bahwa tugas mereka adalah melayani masyarakat dengan hati yang tulus.

“Kita harus ingat bahwa kita di sini untuk melayani, dan budaya adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita akan tanggung jawab itu,”ujarnya.

Budaya Papua, terutama yang terkait dengan Burung Cendrawasih dan Kasuari, telah lama menjadi simbol keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Dengan mengenakan pakaian adat ini, DPR berharap dapat menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya lokal.

Langkah ini telah disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat adat Papua. Mereka melihat langkah ini sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap budaya mereka yang selama ini sering diabaikan.

“Kami sangat bangga bahwa budaya kami dijadikan sebagai bagian dari identitas nasional,” kata seorang tokoh adat Papua, “tutup. (Lan)

You cannot copy content of this page