NEWS, YPMAK  

Yorrys Raweyai, Apresiasi Pola Pendidikan Yang Diterapkan Oleh PTFI Untuk Anak-anak Di Papua

Foto: Yorrys Raweyai, Wakil Ketua DPD RI (11/4).

TIMIKA TAMBELO-Yorrys Raweyai, mengapresiasi pola pendidikan yang diterapkan oleh PT. Freeport Indonesia melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Kabupaten Mimika. (11/4/2025)

Ia mengatakan untuk anak-anak di papua
khususnya 2 suku asli dan 5 kekerabatan. Program ini menggunakan pola asrama sejak SD dan SMP, yang dianggap sangat efektif dan terbaik di Indonesia.

“Pola asrama, program ini menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak suku Amungme, Kamoro, dan 5 suku kekerabatan lainnya di Kabupaten Mimika,”katanya saat saat ditemui di SATP dalam kunjungan pada, Jumat (11/4).

“Pada tahun 2022, sebanyak 1.155 anak dibiayai oleh YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dalam program pendidikan pola asrama,” tambahnya

Yorrys Raweyai mengatakan, metode pembelajaran metode pembelajaran yang digunakan dianggap sangat baik dan berbeda dari sekolah lainnya.

Fokus pada Karakter, program ini fokus pada pengembangan karakter dan kebersamaan kolektif, bukan hanya pada kurikulum baku, hasil yang memuaskan, banyak siswa yang telah lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
dan

“Freeport bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan. Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menekankan pentingnya membangun kebersamaan kolektif dan disiplin kebangsaan sejak dini.

Lebih lanjut dikatakan, program makan bergizi gratis ini akan menjadi percontohan di dua kabupaten, dengan fokus pada meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Kerja Sama dengan Pemerintah dan Swasta, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan pemerintah pusat, swasta, dan organisasi lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Ia menyadari bahwa situasi di Papua belum kondusif, namun optimis bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kemajuan dapat dicapai, pendidikan dan kesehatan gratis.

Pemerintah berencana untuk menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat Papua Tengah, minimal tahun depan 2026 mendatang,”pungkasnya. (Lan)

You cannot copy content of this page