Foto bersama Rudolf Surya Panduwinata Bonay, Kepala Loka Pom Kabupaten Mimika dengan para pedagang di Pasar Sentral pada, Rabu (20/4).
TIMIKA, Tambelopapua.com-
Loka POM Kabupaten Mimika menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan untuk komunitas pasar di Pasar Sentral Kabupaten Mimika. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pedagang serta pengelola pasar tentang keamanan pangan.
Kegiatan dilaksanakan di Pasar Sental, dan dihadiri oleh Rudolf Surya Panduwinata Bonay, Kepala Loka Pom Kabupaten Mimika, Hendrik Hayon, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag, bersama staf Loka POM, dan pedagang pasar pada, Rabu (30/4).
Kepala Loka POM Kabupaten Mimika, Rudolf Surya Panduwinata Bonay, mengatakan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk meningkatkan keamanan pangan di berbagai komunitas, termasuk sekolah, kelurahan/desa, dan pasar.
Dengan edukasi ini, diharapkan pedagang dan pengelola pasar dapat memahami tentang barang-barang yang boleh dan tidak boleh diedarkan di pasar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan.
Loka POM Mimika menemukan bahwa beberapa bahan berbahaya masih beredar di pasar-pasar tradisional, seperti formalin pada ikan asin, boraks pada mie, dan pewarna dilarang seperti Rhodamin B dan Metanil Yellow.
“Rhodamin B adalah pewarna merah yang biasanya digunakan pada minuman sirup, sedangkan Metanil Yellow adalah pewarna kuning yang digunakan pada produk kerupuk. Bahan-bahan berbahaya ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat jika dikonsumsi,” jelasnya.
Rudolf Surya, mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk pangan dan waspada terhadap produk yang memiliki warna mencolok atau tidak wajar. Mereka juga berencana untuk terus melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.
Dirinya juga, memberikan edukasi dan bimbingan teknis keamanan pangan kepada kader-kader di pasar. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kader tentang keamanan pangan, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya.
Dengan edukasi ini, kader-kader keamanan pangan dapat membedakan pangan yang baik dan tidak baik, serta mencegah peredaran pangan yang berisiko bagi kesehatan. Mereka juga dapat menjadi mata dan telinga Loka POM di lapangan untuk melaporkan produk pangan yang tidak aman.
Ia berharap bahwa dengan semakin banyak kader yang teredukasi, masyarakat Kabupaten Mimika dapat lebih aware tentang keamanan pangan dan terhindar dari produk pangan yang tidak aman. Keamanan pangan merupakan hal yang penting, tidak hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang keamanan dan kualitas pangan yang dikonsumsi, “pungkasnya. (Lan)









