Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Hadiri Kegiatan koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar oleh Dinas Kesehatan.(FOTO/tambelopapua.com)
BIAK, PAPUA|Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memperkuat komitmennya untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai Kota Sehat dan Kota Budaya. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar oleh Dinas Kesehatan.
Acara yang berlangsung di KSL Grand Ballroom Biak, Rabu (5/11/2025), diikuti oleh 96 peserta dari lintas sektor, lintas program, hingga perwakilan puskesmas se-Kabupaten Biak Numfor.
Budaya Sehat Jadi Kunci Pembangunan
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa menjaga tren positif kesehatan memerlukan keterlibatan semua pihak.
Menurutnya, angka penyakit menular seperti kusta, TBC, dan HIV, hingga kasus gangguan jiwa (ODGJ), dapat ditekan apabila budaya hidup sehat, bersih, dan disiplin terus digalakkan.

“Kami mengajak semua pihak, tidak hanya dari jajaran kesehatan, tetapi juga TNI, Polri, tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mengedukasi dan menanamkan pola hidup sehat. Karena kalau masyarakat sehat, rakyat kuat, maka semua pembangunan bisa berjalan,” ujar Wakil Bupati.
Wabup juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan yang bekerja keras di Dinas Kesehatan, rumah sakit, hingga di 21 puskesmas pembantu (pustu) dalam memberikan pelayanan terbaik.
Tantangan Kesehatan yang Dihadapi
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanggulangan penyakit.
Ia memaparkan, Biak Numfor saat ini masih menghadapi beberapa tantangan kesehatan yang serius seperti. Penyakit Menular: HIV, TB, Malaria, dan Kusta Penyakit Tidak Menular: Hipertensi dan Diabetes Melitus. Kesehatan Jiwa dan TBD.
“Kabupaten ini merupakan salah satu lokus untuk sebagian besar kegiatan pada upaya deteksi dini, preventif, dan respons penyakit berbasis penyakit menular dan tidak menular,” kata Daud Nataniel Duwiri.
Kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Non Fisik (BOK) Dinas Kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Biak Numfor. (Tom)









