Ket. Foto: Momen Kapolda Papua Tengah bersama Bupati Mimika saat bertemu warga di Kapiraya, Jumat (27/2/2026). (Foto: Humas Polres Mimika).
MIMIKA – Tim Penanganan dan Harmonisasi Konflik Sosial melakukan kunjungan ke Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Jumat (27/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian sengketa tapal batas serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Kabupaten Mimika.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jermias Rontini, dan Bupati Mimika, Johannes Rettob, bertolak dari Helipad Bandara Mozes Kilangin menggunakan dua unit helikopter.
Turut hadir dalam tim tersebut Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Danyon B Pelopor Kompol Umbu Sairo, serta Plt. Kepala Kesbangpol Mimika Alfasiah.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima media ini, dalam dialog terbuka bersama warga, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa persoalan administratif tapal batas adalah kewenangan pemerintah.
Ia mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Dogiyai.
“Masalah tapal batas itu urusan pemerintah. Kami sudah menggelar rapat bersama Bupati Deiyai dan Dogiyai di Timika. Kami berharap agar permaalahan ini selesai dan semua marga yang memiliki hak ulayat atas tanah ini mendapatkan keadilan,” tegas Bupati Rettob.
Ia meminta masyarakat mendukung tim teknis yang telah dibentuk untuk melakukan pemetaan wilayah adat.
Hasil pemetaan tersebut nantinya akan diserahkan secara resmi kepada pemerintah pusat sebagai dasar penetapan batas wilayah yang permanen.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini menyoroti akar masalah yang memicu ketegangan di Kapiraya.
Menurutnya, keberadaan aktivitas tambang emas ilegal menjadi pemantik utama konflik antar-kelompok di wilayah tersebut.
Jeremias pun meminta kepada masyarakat setempat agar menahan diri dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian dalam bentuk apapun.
Sebagai langkah preventif, Kapolda menginstruksikan personel Brimob Batalyon B Pelopor untuk bersiaga di lokasi.
“Untuk sementara saya akan memerintahkan anggota Brimob untuk stand by dan melakukan pengamanan di sini agar menjaga situasi kondusif serta masyarakat dapat beraktivitas normal tanpa adanya bawa alat perang,” tegas Jeremias.
(Penulis: Ahmad).









