Tokoh Masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku.(FOTO:rayar)
TIMIKA – Tokoh masyarakat Mimika, Marianus Maknaipeku, memberikan respons keras pernyataan Yohannes Kemong terkait isu pelantikan atau penunjukan pejabat (Rolling) yang dikabarkan melalui postingan video di media sosial terjadi pada Jumat (6/3) lalu. Marianus menegaskan bahwa informasi tersebut adalah isu sesat yang tidak berdasar.
“Pernyataan itu sangat menyesatkan bagi para ASN yang sudah paham aturan. Jangan memaksakan kehendak yang justru menabrak prosedur yang berlaku,” ujar Marianus dalam keterangannya, Sabtu (7/3).
Marianus menyayangkan adanya upaya mempolitisasi jabatan di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, penempatan jabatan bukan berdasarkan selera pribadi atau asal tunjuk, melainkan harus mengacu pada aturan kepangkatan dan aturan yang mengatur tentang ASN.
Ia menekankan bahwa saat ini fokus utama pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong adalah menata birokrasi agar lebih sehat dan profesional.
“Kita harus mendukung pemerintah dalam menata birokrasi ini. Jangan main potong kiri-kanan atau memaksa kehendak. Kasihan saudara kita, khususnya putra daerah Amungme dan Kamoro (AK), jika dipaksakan duduk di jabatan tanpa mengikuti prosedur, mereka sendiri yang akan rugi di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marianus mengajak semua pihak, termasuk Yohannes Kemong, untuk memberikan dukungan positif bagi perkembangan karier ASN asli Papua baik di Kabupaten Mimika maupun di Provinsi Papua Tengah. Caranya bukan dengan menyebar isu, melainkan dengan mendorong mereka mempersiapkan diri secara matang.
Lebih lanjut Marianus menambahkan, ASN putra putri daerah harus terus mengasah kemampuan teknis untuk menyesuaikan Golongan dan Jabatan harus diraih sesuai dengan jenjang kepangkatan yang sah agar tidak menjadi masalah administrasi di kemudian hari.
“Tugas kita adalah bagaimana mendorong saudara-saudara kita Amungme dan Kamoro ini bisa menduduki jabatan strategis seperti Eselon II atau bahkan Sekda melalui jalur yang benar, yaitu prestasi dan kepangkatan. Bukan dengan cara-cara instan yang justru merusak sistem,” tambahnya.
Marianus berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bermanfaat dan tetap mengawal proses penataan birokrasi yang sedang berjalan demi kemajuan daerah.
Dalam pernyataan Legislator Papua Tengah Yohannes Kemong mengatakan, rolling jabatan akan di lakukan pada jumaat (5/3), namun dirinya mengatakan bahwa dalam rolling jabata tersebut ASN Amungme Kamoro minim mendapatkan kesempatan jabatan bahkan mungkim tidak dapat sama sekali.
“Perkiraan saya anak-anak daerah (Amungme-Kamoro) tidak akan dapat bagian, bahkan 70 persen hingga 20 persen hanya sisakan 10 persen kesempatan menempati jabatan yang ada, yang lain akan di kuasai orang-orangnya mereka,” ungkap Yohanes Kemong dalam sebuah postingan video di media sosail.(rayar)










