NEWS  

Sambut Paskah, GKI Solagratia Timika Gelar Lomba Taman Paskah Kreatif

Tampak Taman Paskah Saat Lomba Di GKI Solagratia Nawaripi Timika-Papua Tengah.(FOTO:Redaksi)

TIMIKA – Menyambut Hari Raya Paskah tahun 2026, Jemaat GKI Solagratia Timika menggelar lomba Taman Paskah antar-rayon. Kegiatan ini menjadi ajang kreativitas sekaligus refleksi iman bagi seluruh warga jemaat dalam memaknai pengorbanan hingga kebangkitan Yesus Kristus. (27/3/2026)

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Raya Paskah 2026 GKI Solagratia, saat wawancarai menyampaikan bahwa perlombaan ini diikuti oleh Rayon 1 hingga Rayon 10. Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi dan antusias warga jemaat yang telah bekerja keras menyajikan visualisasi kisah sengsara Tuhan Yesus.

“Kami berterima kasih kepada Rayon 1 sampai 10 yang sudah memberikan bantuan dan partisipasi aktif. Begitu juga dukungan dari Ketua PHMG, Majelis Jemaat, dan seluruh panitia yang bekerja sama menyukseskan acara ini, mulai dari persiapan awal hingga nanti puncak perayaan Paskah,” ujarnya saat ditemui di gedung gereja.

Lomba Taman Paskah tahun ini mengusung berbagai sub-tema yang diambil dari peristiwa-peristiwa penting dalam Alkitab. Setiap rayon mendapatkan pembagian tema khusus, mulai dari peristiwa di Taman Getsemani, pengadilan di hadapan Pontius Pilatus, hingga peristiwa di Bukit Golgota.

“Tiap-tiap pondok atau taman Paskah sudah dibagi temanya masing-masing. Ada yang menghias dengan tema Pilatus, ada yang di Golgota, semua disesuaikan agar jemaat bisa melihat kembali runtutan peristiwa iman kita,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan media bagi jemaat untuk merenungkan kebaikan Tuhan Yesus. Melalui visualisasi taman tersebut, diharapkan jemaat dapat lebih menghayati makna penderitaan, kematian, hingga kemenangan Yesus atas maut melalui kebangkitan-Nya.

Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. Junus Maurits Bonsapia, S.Th, turun langsung untuk melakukan penilaian terhadap hasil karya dari 10 rayon yang berpartisipasi.

Saat di wawancarai sela penilaian, Pdt. Junus Maurits Bonsapia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan kerja keras jemaat. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah bentuk kesaksian iman yang nyata.

“Saya sangat bersyukur melihat antusiasme jemaat di GKI Solagratia. Taman-taman Paskah ini adalah representasi dari penghayatan kita terhadap kasih Kristus. Melalui kreativitas ini, jemaat diajak untuk memvisualisasikan narasi Alkitab sehingga lebih mudah dipahami dan direnungkan,” ujar Pdt. Junus.

Sebagai salah satu tim penilai, Pdt. Junus menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria utama yang menjadi acuan penilaian. Selain aspek estetika dan kreativitas penggunaan bahan, kedalaman pesan teologis yang disampaikan menjadi poin krusial.

“Kami melihat bagaimana setiap rayon mampu menerjemahkan tema yang diberikan, baik itu tentang penderitaan Yesus di Getsemani, pengadilan Pilatus, hingga kemenangan di Bukit Golgota. Kesesuaian dengan naskah Alkitab dan kreativitas jemaat dalam memanfaatkan media lokal menjadi nilai tambah,” jelasnya.

Ketua Majelis Jemaat GKI Solagratia, Pdt. Argin Reri, S.Si.Teol, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pengingat akan kasih Tuhan yang luar biasa bagi umat manusia.

Ia menekankan pentingnya jemaat untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Melalui momentum Paskah ini, mari kita meneladani kerendahan hati dan pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat luas,” ujar Pdt. Argin Reri.

Kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif jemaat ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh iman jemaat GKI Solagratia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Satu hal yang menarik perhatian dalam lomba tahun ini adalah kreativitas jemaat dalam memanfaatkan bahan-bahan bekas dan material daur ulang untuk membangun Taman Paskah. Mulai dari pemanfaatan bambu, kayu sisa, hingga limbah plastik yang disulap menjadi dekorasi artistik yang sarat makna.

Penggunaan bahan ramah lingkungan ini merupakan bentuk dukungan nyata jemaat GKI Solagratia terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dalam menciptakan kota yang bersih, asri, dan bebas sampah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa iman dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Dengan memanfaatkan bahan daur ulang, kita tidak hanya merayakan Paskah, tetapi juga membantu mensukseskan program pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan kota Timika,” ungkap panitia di sela-sela kegiatan. (Redaksi)

You cannot copy content of this page