Mimika Masuk Kategori Endemis Tinggi III Malaria, YACP Usung Gerakan KAS BUNYI

Manager Program YACP, Febian Kakisina.(FOTO:YACP)

TIMIKA, TAMEBOPAPUA.COM – Kasus malaria di Kabupaten Mimika masih tergolong sangat tinggi dan memerlukan langkah konkret dari semua pihak. Data terbaru per 22 September 2026 mencatat ada 118.314 kasus positif malaria di Mimika, dengan Annual Parasite Incidence (API) mencapai 556,04 per 1.000 penduduk. Angka ini menempatkan Mimika dalam kategori wilayah Endemis Tinggi III di Provinsi Papua Tengah.

Tantangan pencegahan malaria di daerah ini juga tecermin dari capaian pengobatan standar yang baru menyentuh 90,27 persen, masih di bawah target program sebesar 95 persen. Selain itu, penemuan kasus di lapangan saat ini masih didominasi oleh tenaga kesehatan (84,86 persen), sementara peran kader baru mencapai 15,14 persen.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Amungsa Cares Papua (YACP) mendorong agar data-data kesehatan ini tidak berhenti di lembaran laporan saja, melainkan diubah menjadi aksi nyata di masyarakat melalui kampanye “KAS BUNYI” (Data Harus Menjadi Aksi) dan semangat TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan).

Lanjut, melalui Program KAS BUNYI, YACP berfokus memperkuat edukasi di sekolah, komunitas, media massa, hingga ruang digital untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Manager Program YACP, Febian Kakisina, menegaskan bahwa penanganan malaria tidak bisa hanya mengandalkan obat dan layanan medis.

“Malaria tidak cukup dilawan hanya dengan obat dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memastikan masyarakat menerima informasi yang benar, berulang, dan mudah dipahami. Di sinilah media memiliki peran besar,” ujar Febian.

Ia menambahkan, pemberitaan seputar malaria sebaiknya disampaikan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya saat ada lonjakan kasus atau acara resmi.

Pesan edukasi seperti pentingnya tes darah saat timbul gejala, minum obat hingga tuntas, tidur menggunakan kelambu berinsektisida, serta menjaga kebersihan lingkungan dari jentik nyamuk perlu terus digaungkan agar menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Upaya eliminasi malaria di Mimika sendiri masih menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari mobilitas penduduk yang tinggi, kondisi geografis yang sulit dijangkau, hingga faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Oleh karena itu, YACP mengajak media lokal, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga medis, kader, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi demi menekan angka kasus malaria di Mimika. (Ray)

You cannot copy content of this page