BERSAMA – Dr. Leonardus Tumuka Ketua Pengurus YPMAK Jumat (21/3).
TIMIKA,TAMBELO – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) adalah organisasi pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, akan memberikan teknologi tepat guna untuk digunakan dalam memproduksi Minyak kelapa V-CO dan membantu memasarkan hasil home industri, bagi masyarakat Kampung Uta Distrik Mimika Barat Tengah. (21/03/2025)
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Leonardus Tumuka selaku Ketua Pengurus YPMAK saat digelarnya pertemuan tatap muka bersama para pengelolah minyak V-CO yang mayoritas adalah ibu-ibu warga Kampung Uta, pada Jumat (21/3).
“Ini merupakan home industri yang bagus sekali, maka kita akan membantu mereka mesin teknologi tepat guna, agar produksinya bisa lebih banyak lagi, itu akan di handle langsung oleh bagian devisi ekonomi YPMAK,” katanya.
V-CO ini sudah diketahui banyak orang, maka sudah pasti produksi akan meningkat, produksinya masih dilakukan secara tradisional, maka jumlah minyak yang dihasil tidak begitu banyak.
“Selain membantu tegnologi YPMAK juga akan membantu pemasaranya, karena bila usaha ini sudah berjalan, sudah pasti akan berdampak pada perekonomian warga Uta bisa lebih baik lagi,” ungkap Leonardus.
Untuk itu, mulai saat ini, masyarakat harus bisa berfikir melakukan budidaya kelapa, sebab terkait dengan usaha ini, pihak YPMAK telah berkoloborasi dengan BPOM karena langkah selanjutnya, yang akan diambil oleh YPMAK adalah mendorong hak paten masyarakat kampung Uta.
Jadi ini merupakan usaha baru yang, memang perlu kita dukung, karena manfaat minyak V-CO ini sangat baik untuk kesehatan, sehingga kedepan kami prediksi iklim pasarnya akan sangat bagus.
Sementara itu Tresia Orawipuku menjelaskan, jika selama ini, proses pengelolahan mintak V-CO dilakukan secara tradisional, sehingga minyak yang dihasilkan pun terbatas.
“Saat ini, kami sudah memiliki pelanggan, yang mayoritas tinggal di perkotaan, kami jual minyak untuk ukuran botol 330 mili seharga 100 ribu sedangkan yang 600 mili 200 ribu,”terang Tresia salah satu masyarakat.
Harga yang dipatok memang lumayan tinggi, hal itu dikarenakan, 8 buah kepala hanya bisa menghasilkan 330 mili minyak V-CO, karena dari segi kualitas, jauh lebih jernih dibanding minyak kelapa pada umumnya
Pengelolaannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama, yang mana buah kelapa yang telah dikupas kulitnya, diparut dan direndam mengunakan air panas, setelah itu, airnya harus disaring mengunakan tisu.
“Air kelapa yang sudah disaring, kami diamkan semalam, bila minyak dan air sudah mulai terpisah, barulah kita mengangkat minyak dan masukan ke wadah,” terang Thesia.
Untuk pekerjaan ini, sebagian besar dilakukan oleh kaum ibu, proses yang cukup panjang, sehingga anak-anak mudah enggan mencobanya, dan saat ini hanya empat orang ibu saja yang berhasil mengelola minyak V-CO.
“Kedepan kami berharap YPMAK juga Pemda Mimika bisa melihat ini sebagai peluang bisnis yang sangat baik, untuk mengangkat roda perekonomian diwilayah kampung Uta, agar kedepan ekonomi warga bisa lebih baik lagi.” (Lan)









