FOTO: Dr. Leonardus Tumuka Ketua Pengurus YPMAK saat bertemu warga dan menyerahkan Bama secara simbolis kepada warga kampung Omba Naripi Distrik Teluk Etna Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.(21/03)
TIMIKA,TAMBELO – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Dan Kamoro (YPMAK) Adalah Organisasi Pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia. Mengunjugi kampung Omba Naripi Distrik Teluk Etna Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.
Mayoritas penduduk kampung omba adalah suku Kamoro, kedatangan sejumlah pengurusnYPMAK dan tim guna melihat kondisi masyarakat setempat dan membahas program pembangunan yang akan dilaksanakan. (21/03/2025)

Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK saat bertemu langsung dengan masyarakat kampung Omba, ia merasa terharu melihat keberadaan suku Kamoro di Kabupaten Kaimana ini, sebab ini kali pertama untuk nya menginjakkan kakinya di kampung tersebut.
Sesuai dengan memiliki visi misi YPMAK yang besar untuk masyarakat kami yang ada di sini (Kampung Omba Naripi), hak-hak kalian akan kami berikan, melalui program-program kami.

Leonardus mengatakan, dengan dana Kemitraan Freeport Indonesia, akan membawa perubahan bagi masyarakat Kamoro yang ada di Omba, melalui program ekonomi, pendidikan juga kesehatan.
“Banyak hal yang akan dibicarakan, sehingga ada rasa saling mendukung, YPMAK adalah lembaga yang disupport oleh Freeport Indonesia, saya akan kembali lagi ke kampung ini, untuk membawa program terbaru kami disini,” ucap Leonardus.

Sementara itu Fredik Tenama kepala Kampung Omba Naripi, pada kesempatan yang sama meminta agar YPMAK tidak mengalihkan perhatianya terhadap masyarakat suku Kamoro yang ada di Kampung Omba ini.
“Tolong bantu kami warga kampung Omba Naripi, jangan lagi sama seperti pengurus YPMAK yang terdahulu, orang Kamoro jangan di sia – siakan,”katanya.
Sementata Yance Kamadirai kepala Dusun, menjelaskan, bahwa warga kampung Omba sangat kesulitan dalam memperoleh sayur mayur.

“Kami disini sulit sekali peroleh sayur mayur, sehingga ada rencana kami, untuk membuka 1 hektar lahan pertanian, selain bisa dikonsumsi, kami pun bisa menjualnya,”ucap Yance.
Hal senada juga disampaikan oleh Pither Omapoka, dana Pokja sebelumnya pihak Kampung mengunakanya untuk membuat pagar rumah.
“Pokja tahun lalu memang kita gunakan untuk bangun pagar di sepanjang jalan perkampungan, dan semua sudah terealisaai, untuk tahun ini, kami masih berencana, nanti akan kita sampaikan lagi ke YPMAK saat monotoring nanti,” pungkasnya. (Lan)









