Foto Ilustrasi(Pixabay)
TIMIKA| Satu dari tiga korban diduga di tembak aparat keamanan di mile post 60 pada sabtu (5/7), keluarga korban menyayangkan perilaku oknum aparat keamanan yang tidak mengizinkan salah satu keluarga korban untuk melihat langsung korban.
Hal tersebut diungkapkan ketua Kerukunan Seram bagian Timur di Timika, Ali Derlean saat di hubungi tambelopapua.com melalui sambungan telepon minggu malam tadi (06/07/2025).
Menurutnya, Pihak keluarga korban baru mengetahui keluarganya di rawat itu pada sore harinya, dan pada minggu (6/7) pihak kerukunan baru di berikan informasi atas kejadian itu.
“Saya juga baru tau informasi ini tadi pagi ketika adik korban datang menemui saya,”katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban berinisial R, beserta dua temannya juga bekerja sebagai pendulang masih dirawat di RSUD Mimika hingga minggu malam di ruang rawat inap cenderawasih RSUD kabupaten Mimika nomor 10.
Menurut keluarga dari salah satu korban berinisial R, yang dirawat di RSUD Mimika mengaku sangat kecewa, lantaran keluarga tidak diijinkan oleh pihak keamanan yang sedang berjaga.
Hal ini disampaikan keluarga korban yang diwakili oleh Ketua Kerukunan Seram bagian Timur di Timika, Ali Derlean melalui sambungan telpon Minggu malam (06/07/2025).
“Saya atas nama keluarga korban sekaligus Ketua kerukunan kecewa karena kami kesana mau bertemu dan melihat kondisinya serta apa penyebabnya, tetapi tidak diijinkan,” ungkapnya.
Menurutnya hal ini sangat penting agar pada saat kembali dari Rumah Sakit itu bisa disampaikan ke keluarga dan warga kerukunan Seram bagian timur.
“Saat itu kami memohon biarkan kami masuk dua orang walau hanya 1 menit bersama saudara kandung korban dan saya sebagai kepala suku (ketua kerukunan). Tapi alasan mereka (aparat) tunggu dari perintah atasan jika diijinkan,”ungkapnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan resmi pihak terkait atas kejadian tersebut. (Pewarta/Rayar)









