Anggota Komisi C DPRK Kabupaten Mimika Yan Pieterson Laly, ST Saat Reses Tahap I Tahun 2026 Di Kelurahaan Kebunsirih.( FOTO:rayar)
MIMIKA – Anggota Komisi C DPRK Kabupaten Mimika, Yan Pieterson Laly, ST, menggelar Reses Tahap I Tahun 2026 bertemu warga Kelurahan Kebun Sirih, Sabtu (14/3/2026).
Bertempat di Jalan Freeport Lama, Gorong-Gorong, pertemuan ini dihadiri oleh warga dari RT 15, 16, 17, dan 18. Kehadiran politisi Fraksi Partai Gerindra ini disambut hangat oleh warga yang telah lama menantikan wadah untuk menyampaikan keluhan maupun masukan langsung kepada wakil rakyat.
hadir saat kegiatan itu, Lurah Kebun Sirih Faustina Endang Suryanti dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Yan Pieterson Laly. Ia mengungkapkan bahwa wilayahnya masih bergulat dengan persoalan pendidikan, di mana banyak anak usia dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang tidak mengenyam bangku sekolah.
“Ini adalah masalah mendasar di Kebun Sirih. Kami berharap Bapak Yan Laly, yang juga berada di Komisi C bidang pendidikan, dapat membantu mencarikan solusi agar anak-anak kami tidak lagi putus sekolah,” ujar Lurah Kebun Sirih.
Menjawab keluhan keluhan itu, Yan menjelaskan adanya sekolah rakyat program Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi jalan keluar bagi anak-anak kurang mampu dan putus sekolah untuk di daftarkan pada sekolah berpola asrama tersebut.
“Ada sekolah rakyat program presiden prabowo, bapa ibu yang anaknya putus sekolah, tidak mampu ataupun yatim piatu dapat didaftarkan pada sekolah rakyat,itu gratis dan pola asrama,”tegas Yan.
Tambah Yan dirinya berkomitmen mengawal aspirasi warga secara bertahap. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2025, fokus telah diarahkan ke Kelurahan Timika Indah dan Dinggo Narama.
“Tahun lalu untuk Kelurahaan Timika Indah, hasil reses dan Musrenbang telah merealisasikan pembangunan lampu Solar Cell. Sedangkan untuk Kelurahan Dinggo Narama, pengadaan mobil jenazah untuk Masjid Al-Furqon sudah dianggarkan dan akan dilaksanakan tahun 2026 ini,” jelas Yan.
Untuk tahun 2026, Yan menegaskan fokusnya akan bergeser ke Kelurahan Perintis dan Kebun Sirih.
Selain pendidikan, sejumlah ketua RT dan warga menyampaikan poin-poin krusial terkait kondisi lingkungan mereka:
• Administrasi Warga: Ketua RT, Wenslau Gobay, mengeluhkan ketidakjelasan status domisili warga dan mendesak adanya penataan ulang RT serta pemekaran atau penunjukan RT baru.
• Infrastruktur & Bansos: Jack Wakum (RT 18) mengharapkan adanya pengadaan lampu jalan, pengaspalan jalan, perbaikan drainase, serta transparansi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat maupun daerah.
• Keamanan & Kebersihan: Perwakilan RT 16 dan 17 menyoroti tingginya angka kriminalitas dan masalah sampah. Mereka mengusulkan pengadaan kendaraan roda tiga (motor sampah) untuk mengangkut sampah warga secara rutin.
Menanggapi hal tersebut, Yan Pieterson Laly menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pengawasan ketat terhadap Dinas Pendidikan, terutama terkait program beasiswa. Saat di depan warga, Yan menekankan pentingnya data yang akurat agar bantuan tepat sasaran.
“Bantu saya dengan data. Kami sedang mengawal ini, bahkan kami menunggu audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan yang baru. Salah satu poin utama yang akan kami pertanyakan adalah soal beasiswa,” tegas Yan Laly di hadapan warga.
Ia juga menyoroti masalah “mata rantai yang hilang” dalam pertanggungjawaban anggaran pendidikan yang seringkali mengorbankan masa depan mahasiswa.
“Banyak anak yang menangis dan terpaksa pulang kampung karena masalah administrasi dan pertanggungjawaban yang tidak beres. Kita tidak ingin ini terus terjadi. Setelah sertijab (serah terima jabatan) dilakukan, kami akan panggil untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tambahnya.
Yan Laly berjanji akan mengawal seluruh aspirasi yang telah di sampaikan warga yang hadir saat reses tersebut.
“Semua masukan sudah kami catat, terutama soal Pendidikan, sarana kebersihan dan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga Kebun Sirih,” tutupnya. (rayar)









