Berita NEWS

Setelah 9 Tahun Berjuang, Pekerja Moker PTFI Sampaikan Surat Terbuka dan Apresiasi untuk DPRK Mimika

TIMIKA| Tim 10 Pekerja Mogok Kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI), Privatisasi, dan Kontraktor menyampaikan surat terbuka berisi apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran Anggota DPRK Kabupaten Mimika, partai politik, serta Pansus Moker. (22/9/2026)

Surat terbuka tersebut disampaikan sebagai bentuk penegasan atas perjuangan panjang yang telah mereka tempuh selama hampir satu dekade (sembilan tahun) untuk menuntut keadilan dan kepastian hukum terkait nasib para pekerja moker di Mimika.

Ketua kordinator Billy Laly, mengungkapkan bahwa selama sembilan tahun, para pekerja beserta keluarga harus bertahan di tengah situasi tanpa kepastian.

Namun, hadirnya keberanian politik dari 8 fraksi di DPRK Mimika serta langkah tegas Pansus Moker dinilai telah membuka kembali harapan yang sempat padam.

“Sembilan tahun bukan waktu yang singkat. Selama hampir satu dekade, kami merawat luka, menahan lapar, dan menyaksikan tangis keluarga di rumah. Namun hari ini, air mata ketidakberdayaan itu berubah menjadi haru,” tulis Tim 10 Pekerja Moker dalam pernyataan tertulisnya.

Pihak pekerja juga mengapresiasi ketegasan, integritas, dan profesionalisme Pansus Moker dalam membongkar fakta-fakta hukum yang selama ini dinilai belum terungkap.

Rekomendasi akhir dari Pansus Moker dinilai bukan sekadar tumpukan kertas laporan, melainkan bentuk pemulihan harkat dan martabat para pekerja sebagai manusia dan buruh.

“Ini bukan sekadar lembaran rekomendasi, melainkan pembuktian sejarah bahwa harga diri dan keadilan di Mimika tidak akan pernah bisa dibeli oleh apa pun,” tegas perwakilan pekerja.

Melalui surat terbuka ini, para pekerja menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat di DPRK Mimika dan Pansus Moker yang telah bersedia mengawal dan membela perjuangan mereka hingga titik ini. (ray)