Antonius Rahabav, Ketua Umum 2PAM3 saat menyerahkan baju kepada perwakilan peserta di Kantor Sekretariat Jalan Yos Sudarso pada, Selasa 26/11/2024.(Foto:ryr)
TIMIKA|Perkumpulan Penggerak Aspirasi Masyarakat Minoritas Indonesia Maju (2PAM3) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pemantapan/ breiffing untuk melakukan pemantauan pada Pilkada di TPS.(26/11/2024)
Antonius Rahabav, Ketua Umum 2PAM3 mengatakan, jadi kegiatan hari ini briefing dan pemantapan serta pembekalan hukum, cara pemantauan dilapangan pada TPS masing masing sehingga yang difokuskan dalam pemantauan ini di daerah pemilihan Mimika Baru yang terdapat 186 TPS, Distik Wania 77 TPS dan Distrik Kuala Kencana sebayak 20an TPS.
“Jadi dari tiga Distik di Mimika ini yang difokuskan untuk pemantauan,” jelasnya.
Kegiatan ini guna memberikan bimbingan,arahan agar para tim pemantau ini dapat bertugas dengan baik dilapangan dengan hati-hati dan bertanggungjawab apa yang menjadi temuan.
Antonius mengatakan memang melihat dari lokasi TPS hampir semuanya rumit hanya saja, kita melihat pada tingkat populasi pemilihan terbesar dimana Distik Mimika Baru kemudian di Distik Wania.
Menurut kecermatan kami dilapangan bahwa tingkat populasi pemilihannya besar makani sumber kerawanannya sehingga itu yang menjadi fokus perhatian kami.
Adapun tahapan pemantauan akan dilakukan pada saat pemungutan hak suara dan pergi hak suara,
“Jadi setelah pemungut masyarakat pergi untuk mencoblos, selanjutnya menghitung dan disitulah peran kami,”jelasnya.
Dalam satu hari full terjadi dua tahapan itu jika terdapat hal -hal yang menjadi pelanggaran maka akan dijalankan sebagai temuan pemantau secara kewenangan konsitusi ada pada kami.
Kami akan merekomendasikan temuan ini kepada Gekkumdu dan Bawaslu agar segera mengambil sikap saat ini juga, jadi tidak perlu waktu lama dan bisa jadi TPS yang menjadi temuan ini akan diteliti dan ditindaklanjuti serta diputuskan dan dipending hitungan nya.
Ini yang menjadi kekuatan 2PAM3 sebagai pemantau dilapangan.
Harapannya dengan kegiatan ini agar teman-teman ini dapat dibekali untuk melakukan pengawasan di TPS masing-masing sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jadi mencegah mafia -mafia pilkada agar bisa teratasi dengan kinerja kami, karena kami independen dan tidak berpihak kepada yang lain,” pungkasnya.(*)









