Anggota DPRK Adolina Magal Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Masyarakat di Distrik Hoeya

Adolina Magal Anggota DPRK Kabupaten Mimika (24/03)

TIMIKA, TAMBELO-Anggota DPRK Mimika Jalur Pengangkatan Adolina Magal, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat di Distrik Hoeya Mimika Papua Tengah. Setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi, Adolina menerima berbagai keluhan dan aspirasi dari masyarakat setempat. (24/03/2025)

Menurut Adolina, masyarakat di Distrik Hoeya menghadapi banyak kekurangan, terutama dalam hal ekonomi. Tingkat kelaparan sangat tinggi, dan ini menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani. Ia menekankan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi masyarakat di daerah pedalaman, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan.

Adolina juga menyoroti kondisi infrastruktur yang buruk, khususnya tempat ibadah dan fasilitas umum. Masyarakat menyampaikan bahwa gereja-gereja di daerah mereka mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang roboh. Mereka meminta agar pemerintah segera melakukan renovasi agar mereka bisa kembali beribadah dengan nyaman.

Selain itu, Adolina juga mencatat bahwa fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut memerlukan perhatian serius. Masyarakat meminta agar pemerintah Kabupaten Mimika lebih memperhatikan kondisi gedung sekolah dan pusat kesehatan. Ini adalah kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan.

Masyarakat di Distrik Hoeya juga memiliki keinginan kuat untuk bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan. Mereka ingin Adolina dan pihak terkait turun ke lapangan, melihat langsung kondisi mereka, dan mengambil tindakan nyata. Ini adalah aspirasi yang Adolina terima dari masyarakat.

Sebagai tanggapan, ia berjanji akan terus mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. “Saya memiliki komitmen kuat untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi masyarakat secara langsung. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa ia akan terus memantau perkembangan di Timika dan memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. “Kami tidak akan berhenti sampai masalah-masalah ini benar-benar teratasi,” pungkasnya. (Lan)

You cannot copy content of this page