Foto Data Informasi BPBD Mimika.(Red)
MIMIKA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengeluarkan peringatan dini (Early Warning) terkait potensi terjadinya air pasang laut yang tinggi di wilayah pesisir. Fenomena ini diprediksi berlangsung mulai 6 hingga 9 Desember 2025, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025.
Menurut data informasi yang disampaikan BPBD Mimika pada 4 Desember 2025, ketinggian air pasang maksimum diprediksi mencapai level 40 hingga 44 cm. Fenomena air pasang laut ini berpotensi berdampak pada empat distrik di wilayah pesisir Mimika, yaitu:
• Distrik Amar
• Distrik Mimika Barat
• Distrik Mimika Tengah
• Distrik Mimika Timur
•
Ketinggian air pasang maksimum di empat distrik tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari, antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIT. Puncak air pasang tertinggi tercatat pada Level 44 cm pada tanggal 7 Desember 2025.
Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahadad, mengonfirmasi bahwa tim akan memulai operasi lapangan secara intensif mulai Senin (8/12).
“Tadi saya sudah bicara dengan Kabidnya. Nanti mereka akan turun lapangan, seminggulah, kasih himbauan di Pomako dengan di daerah-daerah di enam distrik yang terdekat,” ujar Agustina Rahadad.
Enam distrik yang menjadi fokus utama pengawasan dan edukasi adalah wilayah yang telah diidentifikasi berpotensi terdampak, termasuk Distrik Amar, Mimika Barat, Mimika Tengah, dan Mimika Timur. Pomako, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan air pasang, juga menjadi prioritas.
Pihaknya menjelaskan bahwa edukasi yang diberikan sangat penting, mengingat fenomena air pasang naik ke pemukiman warga adalah kejadian alam yang rutin terjadi setiap bulan Mei dan Desember per tahunnya.
”Himbauan kepada masyarakat, apabila terjadi bencana atau air pasang naik, banjir, harusnya evakuasi. Harusnya, ya, diberikan himbauan kepada masyarakat mulai besok (8/12) dari BPBD bidang pencegahan dan kesiapsiagaan,” jelasnya.
BPBD Mimika telah melakukan pemantauan awal di beberapa titik. Di Pomako, air pasang diperkirakan naik puncaknya sekitar pukul 02.00 WIT, kemudian surut, dan naik lagi pada dini hari berikutnya. Data resmi BPBD menyebutkan waktu kritis air pasang maksimum di empat distrik pesisir adalah antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIT.
Beberapa lokasi, seperti di daerah Atuka, menunjukkan dokumentasi air pasang telah masuk hingga batas rumah warga yang memiliki struktur rendah. Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, Kepala BPBD menyatakan belum ada laporan resmi dari masyarakat mengenai upaya evakuasi darurat atau laporan bencana yang membutuhkan penanganan segera.
”Sementara belum ada, belum ada. Karena air naik sampai di Pomako. Tapi belum ada informasi dari masyarakat terkait upaya tindakan evakuasi,” ungkapnya.
Tambah ia tim akan kembali turun pagi besok senin (8/12) untuk memantau langsung kondisi di Pomako dan memberikan himbauan serta edukasi kepada masyarakat di sana.
”Ini fenomena alam. Jadi memang bulan-bulan Mei, bulan-bulan Desember itu memang pasti di daerah-daerah tertentu, di lima distrik itu, pasti air pasang naik,” tutupnya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan kolektif. (rayar)









