Biak Siap Gelar Pesta Budaya Besar, Ajak Semua Kalangan Bangun Karakter

Tampak Salah Satu Budaya Masyarakat Biak-Papua.

Biak, Papua| Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan mengadakan acara besar bernama Festival Budaya Biak 2025 pada tanggal 18 hingga 20 Oktober 2025. Ini adalah festival yang ketiga kalinya diadakan dan akan menampilkan banyak sekali kekayaan budaya daerah. (9/10/2025)

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, menjelaskan bahwa festival ini dibagi menjadi tiga bagian utama:

Pesona Budaya: Menampilkan berbagai pertunjukan adat dan ritual Biak. Pesona Alam dan Buatan: Menjelajahi keindahan alam, kerajinan lokal, dan kuliner khas.

Dunia Kreatif: Termasuk sekolah budaya dan pameran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) setempat.

Budaya Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Warisan Moral
Mengambil tema “Mencintai Budaya Membangun Karakter”, festival ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang ada dalam budaya Biak.

“Budaya itu bukan cuma pertunjukan, tapi harta pusaka yang harus kita jaga dan wariskan. Di dalamnya ada banyak pesan tentang cara hidup, sopan santun, dan etika. Kami berharap acara ini bisa membantu membentuk karakter generasi muda,” kata Turbey.

Meriah dan Mendukung Ekonomi Lokal
Festival ini akan sangat meriah dengan berbagai kegiatan, seperti:

Pameran produk UMKM, lomba drum band dengan kostum adat Biak, lomba jalan santai yang menggunakan bahasa Biak, Pertunjukan drama singkat (sosiodrama), dan paduan suara etnik.
Turbey juga memastikan bahwa kegiatan ini akan menguntungkan masyarakat lokal.

“Semua dana yang dipakai dalam festival ini akan kembali ke masyarakat, terutama para seniman, budayawan, pelajar, dan pelaku UMKM. Lebih dari 80 persen perputaran uang akan beredar di Biak. Ini artinya, festival ini juga menggerakkan ekonomi kita,” tegasnya.

Persiapan Menuju Festival Internasional
Selain pertunjukan, Festival Budaya Biak tahun ini juga akan mengadakan Seminar Budaya dan pertemuan penting (High Level Meeting). Pertemuan ini akan dihadiri oleh perwakilan kementerian, kepala daerah dari sekitar Teluk Cenderawasih, dan duta besar negara sahabat. Hasil diskusi ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk memajukan kebudayaan Biak.

Festival 2025 ini juga merupakan langkah awal menuju acara yang lebih besar lagi, yaitu festival berskala internasional di tahun 2026 yang rencananya akan bekerja sama dengan negara Seychelles di Afrika.

“Kami berharap festival ini bukan hanya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya, tapi juga membuat ekonomi lokal tumbuh, meningkatkan kunjungan ke Biak, dan yang terpenting, menambah kebahagiaan masyarakat,” tutup Turbey. (Red)

You cannot copy content of this page