Foto Kiri: Ketua Klasis Persiapan,Ketua Lemasmos,Tokoh Intelegtual Moni Selatan(FOTO/rayar)
TIMIKA| Alpius Diwitau Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Moni Selatan. Mengatakan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mendapatkan apresiasi dari masyatakat dan lembaga Musyawarah adat suku moni selatan. (8/11/2025)
Lembaga Musyawarah Adat Suku Moni Selatan (LEMASMOS) menanggapi terkait pemekaran kampung yang diajukan oleh tim pemekaran kampung Distrik Mimika Utara dan Distrik Mimika Gunung.
Lembaga adat menilai hal ini sangat luar biasa langkah cepat Pemda Mimika.
“Penghematan saya hal ini benar-benar menjadi suatu langkah baik yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Mimika segera dini mengantisipasi, ambisi, dan keinginan
orang lain untuk menguasai wilayah Moni Selatan.”
Lembaga Moni selatan yang ada mulai dari Jayanti , sampai dengan perbatasan dengan deyai.
“Wilayah ini sudah ada patok atau batas batas adat sudah jelas, dipetakan itu melalui hukum adat sudah ada sehingga,legalitas hukum sudah ada dari adat, kami berharap pemerintah memahami hal ini”.
Yang jelas suku Moni bagian Selatan adalah suku yang sudah ada di kabupaten Mimika turun temurun ditempati, mereka adalah warga masyarakat asli Mimika. Yang paling utama adalah pemerintah kabupaten Mimika segera membangun koordinasi baik dengan lembaga-lembaga adat lokal, yang ada di kabupaten Mimika termasuk Lembaga Musyawarah Adat Suku Moni Selatan Lemasmos, kata dia.
Pihanya berharap pemerintah melibatkan lembaga musyawarah adat, dimana lembaga bisa membantu pemerintah daerah dalam memetakan batas-batas wilayah sesuai wilayah adat masing-masing. Sehingga dapat membantu pemerintah nantinya.
Tokoh Intelektual suku Moni Yulianus Dibitau juga mengatakan langkah Pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong membentuk 22 kampung persiapan dan 2 Distrik Pemekaran merupakan langkah konkrit dan tidak main-main.
“Hal ini tidak main-main, saya pikir. Langkah Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika membentuk 2 distrik dan 22 kampung persiapan. Saat ini masyarakat haus akan pelayanan kesehatan, pembangunan ekonomi, menangis, memang ini sudah hapus air mata. Saya pikir pemerintahan saat ini jadi pahlawan buat masyarakat dan daerah ini.”
Lemasmos, Amungme, Kamoro, Mee, adalah empat suku besar yang mendiam di wilayah dari Perbatasan Ini. Dengan adanya 2 kepala distrik, kita sangat senang karena administrasi kampung persiapan sudah selesaikan. Sudah rampung. Oleh sebab itu, kami Tokoh Intelektual suku Moni Selatan meminta Pemda Mimika segera mengeluarkan surat keputusan (SK).
“Sesuaikan dengan diharapan masyarakat 22 kampung persiapan itu, mekanisme semua sudah dilakukan, sehingga diharapan pemda segera berikan SK bersama dengan penyerahan 133 kepala kampung dalam waktu dekat.”
Kami juga berharap SK 2 distrik dan 22 kampung persiapan segera di keluarkan pemerintah sehingga membatasi keinginan buruk di kabupaten tetangga. Selain itu. Bapak Pdt Alpius Magai S.Th selaku Ketua Kelasis PersiapanDuma.
Menambahkan Apresiasi kepada Bupati Mimika, Kali ini Bupati yang hebat luarbiasa, Bisa turun ke TKP dan Tetapkan 2 Distrik dan 22 kampung Persiapan hal ini hal baru bagi kami,katanya.
“Masyarakat kami pihak gereja maupun masyarakat adat sangat senang sekali atas langkah-langkah yang Pak Bupati dan wakil Bupati, Sekda, hal ini mengobati batin masyarakat setempat, oleh karenanya kami berdoa semoga Tuhan memberkati bapak Bupati, wakil bupati, Sekda dan semua pemimpin yang peduli masyarakat dan daerah kami ,dan harapan saya adalah SK 22 kampung dan 2 Distrik Mohon di percepat prosesnya”. (Rayar)









