Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan Di Berbagai Sektor Strategis.(FOTO/tambelopapua.com)
BIAK, Papua| Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Papua menggelar sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor strategis. Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor pada Jumat (14/11/2025) ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas perempuan Papua di bidang politik, hukum, ekonomi, dan sosial.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan perempuan Papua agar memiliki kualitas memadai untuk tampil sebagai pemimpin profesional, berintegritas, dan loyal terhadap bangsa dan negara pada periode 2029 mendatang.
Fokus pada Pendidikan Politik dan Kepemimpinan
Plt. Sekda Provinsi Papua, Yohanes Walilo, saat membuka kegiatan mewakili Gubernur, menyampaikan harapan besar agar sosialisasi ini menjadi wadah penjaringan perempuan berpotensi.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Kita perlu meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, dan menjadikannya momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah,” ujar Yohanes Walilo.
Materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini difokuskan pada pendidikan politik, mencakup kesadaran hak politik, pentingnya partisipasi dalam demokrasi, serta peran perempuan sebagai agen perubahan di tengah tantangan era digital dan isu polarisasi.
Peningkatan Kapasitas untuk Sejajar dengan Pria
Asisten I Setda Biak Numfor, Semuel Rumaikeuw, mewakili Bupati Biak Numfor, menyampaikan apresiasi atas pilihan Pemprov Papua yang melaksanakan sosialisasi di Biak.
Semuel Rumaikeuw menilai, sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kaum perempuan, sehingga mampu berdiri sejajar dengan kaum pria di berbagai bidang.
“Saya berpesan peserta mengikuti sosialisasi dengan tekun, sehingga mendapat tambahan ilmu dari para pembicara berkompeten sebagai bekal untuk terjun ke dunia politik, hukum, sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Menargetkan Perempuan OAP dan Kader Partai
Ketua Panitia, Aplena Betty Yochu, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi adalah agar kaum perempuan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang dilindungi, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan asli Papua (OAP) dalam mengambil keputusan di tingkat yang lebih tinggi.
Program ini menargetkan 50 peserta, yang terdiri dari perempuan OAP dari masyarakat sipil, kader partai politik perempuan, serta dua perwakilan dari setiap organisasi perempuan yang diundang.
Melalui kegiatan ini, pemerintah provinsi berharap suara perempuan semakin terdengar dan kehadiran mereka dalam proses pengambilan keputusan di Papua semakin nyata.









