Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal.(FOTO:Tangkap Layar TVP)
JAKARTA| Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan, Jakarta, untuk menerima aspirasi langsung dari masyarakat Kabupaten Mimika yang didampingi oleh jajaran DPR Papua Tengah. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan dampak lingkungan yang kian mengkhawatirkan akibat pengelolaan limbah tailing oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Provinsi Papua Tengah.
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John Nasion Robbi Gobai, menjelaskan bahwa sistem pengendapan tailing yang diterapkan PT Freeport Indonesia di kawasan dataran rendah (Modified Riverine Tailings Management) telah memicu rentetan masalah serius bagi lingkungan hidup dan hajat hidup warga lokal.(18/7/2026)
Beberapa dampak utama yang disampaikan kepada DPR RI meliputi. Terjadinya pendangkalan masif di area sungai dan wilayah pesisir pantai, hancurnya hutan mangrove serta kerusakan pada basis pangan lokal masyarakat adat.
Pendangkalan sungai menghambat jalur transportasi air yang menjadi urat nadi perekonomian warga. Terjadinya penurunan kualitas kesehatan pada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran dampak tailing.
“Persoalan tentang pendangkalan ini harus segera dilakukan pengerukan. Freeport punya sumber daya untuk itu, tapi penanganannya terlalu lama atau loading lambat,” tegas John Nasion saat menyampaikan aspirasinya.
Menanggapi keluhan mendesak tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal, menyatakan komitmennya untuk segera menindak lanjuti laporan masyarakat Mimika. Komisi IV berencana membentuk tim khusus guna meninjau langsung kondisi di lapangan.
“Komisi IV akan membuat tim untuk turun langsung ke Mimika. Sesuai aturan, maksimal tim yang turun terdiri dari 14 orang. Kami ingin melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi dan seberapa jauh dampaknya,” ujar Robert Joppy Kardinal.
Selain menurunkan tim, Komisi IV DPR RI juga memastikan akan melibatkan persoalan ini ke komisi-komisi terkait lainnya di DPR RI agar penanganan dampak limbah tailing PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan secara komprehensif dari berbagai sektor. (ray)









