Pansus Moker DPRK Mimika Apresiasi Pertemuan Penasihat Presiden dan Direksi PT Freeport Indonesia di Jakarta

Foto Dokumentasi Kegiatan Pansus DPRK Mimika dan Pertemuan Penasehat Presiden Said Iqbal dan Jajaran Direksi PT Freeport Indonesia di Jakarta.(FOTO:Redaksi tambelopapua)

JAKARTA| Panitia Khusus Mogok Kerja (Pansus Moker) DPRK Mimika memberikan apresiasi atas langkah Penasihat Khusus Presiden Bidang Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang menggelar pertemuan khusus bersama jajaran Direksi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Jakarta. (22/7/2026)

Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa (21/7/2026) di Gedung Mandiri II, Kebon Jeruk, Jakarta, guna menindaklanjuti dan mencari jalan keluar atas permasalahan mogok kerja (moker) bagi ribuan pekerja.

Sejumlah perwakilan direksi dan manajemen PT Freeport Indonesia turut hadir dalam pemanggilan tersebut, di antaranya Clementino Lamuri, Virgo Salossa, Cesar Avianto Tunya, serta Piet Magal.

Sekretaris Pansus Moker DPRK Mimika, Yan Pieterson Laly, S.T., menyambut baik inisiatif dan agenda penanganan yang diusahakan oleh pihak Istana Presiden tersebut.

“Kami Pansus DPRK Mimika mengapresiasi agenda yang ada di Jakarta, di mana perwakilan PT Freeport dipanggil oleh Penasihat Presiden untuk menindak lanjuti permasalahan moker ini,” ujar Yan Pieterson Laly saat dihubungi media tambelopapua.com.

Tidak berhenti pada pemanggilan di tingkat pusat, Pansus Moker DPRK Mimika juga telah menjadwalkan langkah cepat di daerah dalam waktu dekat.

Yan mengungkapkan, pihaknya (PANSUS MOKER DPRK MIMIKA) akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) “RESMI”, dengan menghadirkan pimpinan manajemen PT Freeport Indonesia serta PT Kuala Pelabuhan Indonesia (PTKPI) pada pekan depan.

“Dalam waktu dekat akan ada agenda Pansus DPRK Mimika mengundang secara resmi untuk RDP atau audiensi dengan pihak PT Freeport Indonesia, dalam hal ini pimpinan perusahaan, serta PT KPI,” tambah Yan.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian dan menghasilkan solusi nyata serta berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam permasalahan mogok kerja sejak 2017 silam.  (Ray)

You cannot copy content of this page