Fenomena Langka di Tengah Karhutla Ilaga: Matahari Memerah dan Cuaca Ekstrem Terjang Puncak

ILAGA, PAPUA TENGAH|Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tak hanya mengancam fasilitas kesehatan tetapi juga memicu fenomena alam dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. (22/8/2026)

Selain kepulan asap tebal yang merambat hingga ke area belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga dan memaksa evakuasi para pasien ke perbukitan, warga setempat juga menyaksikan penampakan matahari berwarna merah membara di balik paparan kabut dan asap tebal.

Seorang warga setempat, Ocep, yang mengabadikan momen fenomena tersebut mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dingin ekstrem dan kabut asap telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.

“Matahari kelihatan merah sekali di balik kabut. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan cuaca dingin ekstrem dan fenomena hujan es yang sudah berlangsung dalam dua hari terakhir,” ujar Ocep saat dikonfirmasi mengenai situasi di lokasi kejadian.

Menurut kesaksian Ocep, suhu udara di Ilaga mengalami penurunan drastis terutama pada malam hingga menjelang subuh. Suhu udara dilaporkan sempat menyentuh angka 4 hingga 5 derajat Celsius sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WIT, sementara pada siang hari suhu berada di kisaran 13 derajat Celsius.

Kondisi ekstrem ini dipicu oleh fenomena hujan es serta embun beku yang melanda kawasan pegunungan tersebut. Tak hanya itu, dampak cuaca ekstrem dan kebakaran ini juga mengganggu ketersediaan air bersih warga akibat terhambatnya aliran air dari sumber pegunungan.

Hingga saat ini, warga mengantisipasi dampak sebaran asap karhutla serta menjaga kesehatan di tengah penurunan suhu udara yang cukup ekstrem di Kabupaten Puncak.(ray)

You cannot copy content of this page