TIMIKA| Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Agimuga menggelar kegiatan pembentukan dan penumbuhan karakter keluarga tentang pentingnya penghayatan serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Tahun Anggaran 2026.
Dengan mengusung tema “Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak Melalui Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila Dalam Semua Aspek Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara”, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Agimuga menggelar kegiatan penguatan karakter keluarga Tahun Anggaran 2026.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, menegaskan pentingnya pemutakhiran PPKD sebagai langkah krusial daerah.
Mengingat sejarah Kokonao yang pernah dijuluki sebagai “Kota Peradaban”, Mimika memiliki bukti nyata peradaban awal serta warisan sejarah dan tradisi kebudayaan yang sangat kaya dan perlu terus dijaga.

“Pemutakhiran PPKD ini menjadi sangat krusial. Kita melestarikan warisan sejarah ini dengan mengumpulkan berbagai objek, cerita, serta tradisi kebudayaan yang memiliki akar sejarah yang kuat dan perlu terus dijaga,” ujar Ananias Faot saat menyampaikan sambutan Bupati Mimika.
Ananias menekankan bahwa kegiatan ini harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pihak dan pemangku kepentingan. Mulai dari lembaga masyarakat adat seperti Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) dan Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (LEMASKO), para budayawan, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Kita hadir untuk bersama-sama merumuskan kondisi faktual kebudayaan kita saat ini. Kita perlu menginventarisir objek pemajuan kebudayaan, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, serta merumuskan solusi dan rekomendasi kebijakan yang konkret,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar perencanaan pembangunan kebudayaan tidak dilakukan secara serampangan atau tanpa dasar data dan fakta yang mutakhir. Melalui dokumen PPKD yang disempurnakan ini, diharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki acuan yang jelas dalam menyusun program kerja yang berpihak pada pemajuan kebudayaan.

Tujuan utama dari pemajuan kebudayaan ini adalah mewujudkan masyarakat Mimika yang “Berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri) secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.
“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan kebudayaan sebagai landasan pembangunan daerah. Mari kita tunjukkan bahwa Mimika bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kebudayaan,” pungkas Ananias mengakhiri sambutan Bupati.

Ketua Panitia Kegiatan, Guntur Rumbekwan, S.Akun., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sangat krusial dimulai dari lingkup keluarga.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan individu yang berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Guntur saat menyampaikan laporan panitia.
Kegiatan yang didanai melalui DPA SKPD Distrik Agimuga Tahun Anggaran 2026 ini mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Melalui Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Semua Aspek Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.
Kegiatan ini diikuti oleh warga masyarakat delapan kampung yang berasal dari Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan wawasan kebangsaan di wilayah setempat. (ray)









