NEWS  

Kelurahan Wanagon Kritik Pengelolaan Anggaran Padat Karya oleh Distrik

Foto Yance Buinei, Lurah Wanagon.

TIMIKA, Tambelopapua.com-

Yance Buinei, Lurah Wanagon, mengkritik pengelolaan anggaran padat karya oleh Distrik. Menurutnya, anggaran tersebut dipotong sebesar 50 juta rupiah dari setiap kelurahan, sehingga totalnya mencapai 550 juta rupiah untuk 11 kelurahan.

“Pemotongan anggaran ini membuat kegiatan padat karya tidak berjalan maksimal,” kata Yance saat ditemui wartawan pada, Kamis (8/5).

Ia juga mempertanyakan mengapa anggaran tersebut harus dikeluarkan pada bulan April, padahal seharusnya dikeluarkan pada bulan Juli untuk mendukung kegiatan di bulan Agustus.

Yance juga meminta agar pemerintah memeriksa kegiatan pos kamling yang dinilai tidak jelas dan ditolak oleh kelurahan. Ia berharap agar pengelolaan anggaran dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta melibatkan kelurahan dalam proses pengambilan keputusan.

Dirinya mengungkapkan bahwa Kelurahan Wanagon menolak pengalihan anggaran padat karya ke Distrik. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya dikelola oleh Kelurahan karena lebih memahami kebutuhan masyarakat setempat.

“Kelurahan yang punya masyarakat dan kegiatan padat karya sudah berjalan selama 2 tahun, kenapa tiba-tiba dialihkan ke Distrik?” kata Yance. Ia juga menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang dibentuk untuk kegiatan padat karya sudah ada dan berfungsi dengan baik.

Yance menambahkan bahwa Kelurahan Wanagon telah berkoordinasi dengan Kepala Bappeda untuk membahas penggunaan anggaran padat karya. Ia berharap agar anggaran tersebut dapat dikelola oleh Kelurahan untuk kepentingan masyarakat setempat,” pungkasnya. (Lan)

You cannot copy content of this page