Siswa Saat Mendapatkan Pembelajaran Budaya Dan Seni Di Kabupaten Biak Numfor-Papua. (FOTO:Vky/tambelopapua.com)
BIAK NUMFOR| Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor menegaskan peran krusial Sekolah Budaya dalam Festival Budaya Biak 2025 yang berlangsung dari 17 hingga 20 Oktober 2025. Program ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya generasi muda Biak sejak usia sekolah. (22/10/2025)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, menyampaikan bahwa melalui Sekolah Budaya, para siswa mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar langsung mengenai berbagai aspek kebudayaan Biak. Pembelajaran mencakup seni suara, seni musik, seni tari, seni kriya, hingga proses pembuatan aksesori tradisional.
“Dalam Sekolah Budaya itu, kami menghadirkan para seniman. Baik itu seniman body painting, kemudian seniman kerajinan seperti membuat mahkota, atau membuat asis [perhiasan pinggang], atau perhiasan-perhiasan tradisional. Mereka kami pertemukan dengan siswa-siswa dari berbagai sekolah. Jadi ada transfer pengetahuan di situ, dan itu disaksikan oleh banyak orang,” ujar Kamaruddin pada Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan, program Sekolah Budaya ini sengaja dirancang sebagai langkah awal sebelum implementasi program lanjutan yang baru saja dicanangkan oleh Bupati Biak Numfor bersama para seniman, yaitu SMS (Seniman Masuk Sekolah). Melalui program SMS ini, para seniman akan dijadwalkan secara resmi masuk ke sekolah-sekolah dari jenjang SD hingga SMA.
“itu akan menjadi ekstrakurikuler atau kokurikuler, yang nanti akan kami bicarakan dengan sekolah. Karena pada dasarnya sekarang ini di sekolah-sekolah pelajaran itu sudah ada, seperti ada dalam mata pelajaran muatan lokal, ada mata pelajaran seni-budaya, ada mata pelajaran perakarya, Jadi nanti kita tinggal menggabungkan apa yang sudah dibuat di sekolah dengan apa yang dibawa oleh para seniman itu,” jelas Kamaruddin.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa Sekolah Budaya dan program SMS ke depan akan menjadi program berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadap upaya pelestarian budaya lokal melalui jalur pendidikan formal.
Inisiatif Dikdaya Biak Numfor, Benteng Utama Pelestarian Budaya di Era Modern
Inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor melalui Sekolah Budaya dan program SMS (Seniman Masuk Sekolah) patut diapresiasi sebagai langkah strategis yang visioner. Di tengah gempuran budaya global yang masif, memperkenalkan seni dan tradisi lokal secara intensif melalui jalur pendidikan formal adalah benteng terkuat untuk menjaga identitas daerah.
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga membangun jembatan emosional antara generasi muda dengan akar budayanya. Keterlibatan langsung para seniman, yang diibaratkan sebagai “perpustakaan hidup” kebudayaan Biak, memastikan bahwa pengetahuan yang diajarkan bersifat otentik dan praktikal.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kokurikuler, Dikdaya tidak hanya melestarikan seni, tetapi juga menanamkan rasa bangga dan kepemilikan budaya pada siswa. Keberlanjutan program ini, seperti yang dijanjikan, akan menjadi kunci sukses dalam membentuk generasi Biak yang cerdas secara akademis sekaligus kaya akan jati diri budaya. (Red)









