Pewakilan Pemerintah Bersama Masyarakat Saat Kegiatan Pelatihan. (FOTO:Hendy Mirino)
BIAK,PAPUA| Sebanyak 50 peserta dari empat kampung di Distrik Biak Timur mengikuti Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Orang Asli Papua (SIO Papua). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 19–23 Januari 2026 ini, dipusatkan di Gedung Serba Guna Jemaat Elim Owi.
Para peserta berasal dari Kampung Owi, Yendakam, Wasori, dan Sareidi. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali aparatur kampung dalam mengelola data berbasis digital guna mendukung pembangunan daerah.
Sekretaris Distrik Biak Timur, Markus Yarangga, S.IP, saat membuka acara mewakili Kepala Distrik, menekankan pentingnya akurasi data. Menurutnya, SIO Papua adalah kunci untuk mengintegrasikan data penduduk, infrastruktur, hingga potensi ekonomi.
“Penerapan SIO Papua diharapkan mempercepat pelayanan publik. Data yang akurat akan membantu pemerintah daerah mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Markus dalam sambutannya.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi teknis dan praktik langsung dari narasumber Jaringan Kerja (JERAT) Papua. Materi meliputi cara input data hingga analisis informasi menggunakan perangkat elektronik.
Sergius Rumere, perwakilan dari Kampung Wasori, mengaku antusias dengan peralihan sistem ini. “Dulu kami mencatat manual. Dengan aplikasi ini, pekerjaan jadi lebih efisien dan hasilnya lebih akurat,” ungkapnya.
Program ini diharapkan menjadi pionir digitalisasi data yang nantinya akan diterapkan di seluruh wilayah Distrik Biak Timur dan menjangkau 19 distrik lainnya di Kabupaten Biak Numfor. (Pewarta:Hendy Mirino/Editor:Rayar)









