Tabel IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (FOTO:BPS Kabupaten Mimika)
MIMIKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Dalam berita resmi statistik yang BPS Kabupaten Mimika yang diterima media ini, Selasa (3/2/2026), dijelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,97 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,77 pada Januari 2025 menjadi 113,09 pada Januari 2026.
Kemudian, tingkat inflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar 0,28 persen. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,11 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,51 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,79 persen; kelompok transportasi sebesar 2,95 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,87 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,08 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 24,81 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,08 persen; serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks harga konsumen secara y-on-y.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Januari 2026, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, terong, beras, wortel, kopi bubuk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), santan jadi, pisang, semangka, gula pasir, mobil, obat dengan resep, sigaret putih mesin (SPM), dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y antara lain cabai rawit, daging babi, bawang putih, daging ayam ras, jeruk nipis/limau, telur ayam ras, tempe, kacang panjang, daging sapi, tomat, obat gosok, tahu mentah, udang basah, ketimun, kol putih/kubis, bensin, sikat gigi, baju muslim pria, jagung manis, dan parfum.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m, antara lain: emas perhiasan, tomat, bawang merah, terong, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, minyak goreng, tauge/kecambah, daging ayam ras, dan popok bayi sekali pakai/diapers.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m pada Januari 2026, antara lain cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, daging babi, wortel, kol putih/kubis, daun bawang, tempe, bensin, ikan mumar, dan kangkung.
Pada Januari 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andi inflasi y-on-y yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen.
Kemudian, kelompok transportasi sebesar 0,27 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi y-on-y.
(Penulis: Ahmad).









