SUGAPA, TAMBELOPAPUA.COM| Konflik yang melibatkan TNI/Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, memicu gelombang pengungsian warga. Warga dari enam kampung di wilayah tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari keselamatan ke pusat Kabupaten Intan Jaya.
Adapun enam kampung yang masyarakatnya telah mengungsi meliputi:
• Kampung Soali
• Kampung Tausiga
• Kampung Balaimai
• Kampung Ganggoa
• Kampung Danggob
• Kampung Mbamogo

Para pengungsi tersebut diketahui berasal dari dua distrik yang terdampak langsung oleh situasi keamanan, yakni Distrik Agisiga dan Distrik Hitadipa. Merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan ini, Ketua Yayasan Hati Tulus Intan Jaya (YHTIJ) Pendeta Naor Maiseni kepada tambelopapua.com mengatakan. Pihak pengurus yayasan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang menimpa masyarakat Intan Jaya saat ini.
“Kami dari pengurus yayasan turut prihatin dengan kondisi yang terjadi di Intan Jaya. Selain menjalankan pendidikan non-formal seperti program pemberantasan buta aksara, kami juga merasa peduli dengan situasi kemanusiaan yang saat ini terjadi,” ujar Ketua Pengurus Yayasan saat menghubungi media ini melalui sambungan telpon.

Sebagai bentuk nyata dari kepedulian tersebut, Yayasan ini telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan (bama) untuk membantu meringankan beban para pengungsi. Bantuan bama dari Yayasan ini dilaporkan telah didistribusikan secara merata ke pos-pos pengungsian yang tersebar di sekitaran kota di Kabupaten Intan Jaya.
Pihak yayasan berharap bantuan kemanusiaan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama dalam hal makan dan minum warga terdampak untuk beberapa waktu ke depan.

“Kiranya sedikit bantuan bama dari pengurus yayasan ini bisa menanggulangi beban kebutuhan makan dan minum untuk beberapa waktu ke depan, dan itu bisa bermanfaat untuk pengungsi yang ada,” harapnya.

Lebih lanjut, Yayasan Hati Tulus Intan Jaya juga menyampaikan harapan besar agar situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya bisa segera pulih dan kondusif kembali. Dengan demikian, masyarakat yang saat ini berada di pengungsian dapat segera kembali ke kampung halaman mereka masing-masing dan beraktivitas seperti sedia kala. (Ray)










